Sego Gudangan Oyek, Sederhana, Tapi Menaklukkan Lidah Zaman

  • 11 Apr 2026 17:22 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah gempuran kuliner modern yang serba instan dan visual, sego gudangan oyek justru tetap menemukan tempat di hati penikmatnya. Makanan jadul ini hadir sederhana, namun menawarkan rasa yang jujur: gurih, segar, dan mengenyangkan.

Sego oyek sendiri bukan nasi biasa, melainkan olahan dari singkong yang dikeringkan lalu diolah kembali hingga menyerupai nasi. Dahulu, makanan ini identik dengan masa sulit ketika beras sulit didapat, tetapi kini justru naik kelas sebagai pangan alternatif yang lebih sehat dan berkarakter.

Sego oyek dipasar Prembaen. (Foto:RRI/ Fetika)

Dalam penyajiannya, sego oyek dipadukan dengan gudangan aneka sayur rebus seperti bayam, kacang panjang, dan kecambah yang disiram parutan kelapa berbumbu. Perpaduan ini menciptakan harmoni rasa gurih dan sedikit manis, dengan tekstur yang unik antara lembut dan sedikit kasar.

Yang membuatnya tetap eksis di era kekinian bukan sekadar nostalgia, tetapi juga kesadaran masyarakat akan pola makan sehat. Sego oyek memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih, sehingga lebih aman untuk menjaga kadar gula darah.

Bu Tuginah, penjual gudangan sego oyek (Foto: RRI/ Fetika)

Dari sisi kandungan gizi, singkong sebagai bahan utama sego oyek kaya akan karbohidrat kompleks, serat, serta sejumlah mineral seperti kalsium dan fosfor. Sementara sayuran dalam gudangan memberikan tambahan vitamin, antioksidan, dan serat yang baik untuk pencernaan.

Di balik kesederhanaannya, sego gudangan oyek mengajarkan satu hal penting: bahwa makanan bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang nilai, sejarah, dan keberlanjutan. Ketika banyak orang kembali mencari makanan alami, hidangan lama seperti ini justru menemukan momentum barunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....