Garam Jono, Garam Tradisional dari Air Sumur Tanah

  • 24 Feb 2026 14:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Garam Jono merupakan garam tradisional produksi warga Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Keunikan garam ini terletak pada sumber air tanah asin yang berasal dari sumur tua di area ladang garam.

Sumur-sumur tersebut telah dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat sejak zaman Belanda. Air asin dari sumur kemudian dialirkan ke media sederhana untuk diproses menjadi garam.

Proses produksi dilakukan secara konvensional dan sangat bergantung pada musim kemarau. Saat cuaca panas, air asin dialirkan melalui belahan bambu sepanjang sekitar tiga meter di area ladang.

Berbeda dari produksi garam pada umumnya, air asin dibiarkan menguap secara alami di bawah terik matahari hingga membentuk kristal. Garam Jono memiliki warna putih kecoklatan dengan tekstur kristal lembut dan kaya mineral

Proses pengeringan berlangsung antara tujuh hingga empat belas hari tergantung intensitas panas matahari. Setelah mengering sempurna, butiran garam dikumpulkan dan siap digunakan atau dipasarkan.

Ketergantungan terhadap sinar matahari membuat produksi Garam Jono hanya optimal saat musim kemarau. Musim hujan menjadi tantangan karena memperlambat proses kristalisasi alami.

Saat ini, Garam Jono telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis (IG) di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk melindungi keaslian dan kualitas Garam Jono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....