Wedang Uwuh, Minuman Tamu Para Raja Tanah Jawa
- 05 Feb 2026 21:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Wedang uwuh bukan sekadar minuman tradisional penghangat tubuh. Minuman berbahan rempah ini memiliki jejak sejarah panjang sebagai sajian kehormatan bagi tamu para raja di Tanah Jawa, khususnya pada masa Kerajaan Mataram.
Dalam kajian Sukardi dkk. berjudul “Minuman Tradisional sebagai Warisan Budaya Jawa” yang dimuat di Jurnal Sejarah dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, wedang uwuh disebut telah dikenal sejak era Sultan Agung. Minuman ini disajikan di lingkungan keraton sebagai jamuan bagi tamu kerajaan sekaligus simbol penghormatan.
Wedang uwuh diracik dari jahe, kayu manis, cengkeh, pala, dan gula batu yang diseduh menjadi satu. Cita rasanya pedas dan manis dengan aroma rempah yang kuat, meski tampilannya kerap dianggap berantakan hingga dijuluki menyerupai “wedang sampah”.
Di balik tampilannya yang sederhana, wedang uwuh sarat makna budaya. Kehangatan jahe dan aroma rempah dipercaya memberi rasa nyaman bagi tamu, mencerminkan nilai keramahan dan kearifan lokal masyarakat Jawa.
Seiring berjalannya waktu, wedang uwuh tidak lagi terbatas sebagai minuman kalangan bangsawan. Saat ini, wedang uwuh telah diproduksi secara luas dan dipasarkan ke berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri, dengan inovasi varian rasa dan kemasan modern.
Dari sisi kesehatan, penelitian Rahmawati dan Hidayat dalam Jurnal Gizi dan Pangan IPB University menyebut rempah seperti jahe, kayu manis, dan cengkeh mengandung antioksidan alami. Kandungan tersebut berperan dalam membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kebugaran.
| Baca juga: Resep Wedang Jahe Rempah Hangat dan Segar |
Penelitian Widowati dalam Jurnal Kefarmasian Indonesia juga menjelaskan, jahe memiliki efek menghangatkan tubuh, membantu relaksasi, serta berpotensi menurunkan tingkat stres. Manfaat ini membuat wedang uwuh banyak dikonsumsi, terutama saat musim hujan.
Tren kembali ke minuman tradisional juga turut mendorong tumbuhnya UMKM wedang uwuh. Studi Sari dan Wibowo dalam Jurnal Ekonomi Kreatif dan UMKM Universitas Sebelas Maret mencatat, inovasi produk dan kemasan berpengaruh besar terhadap peningkatan penjualan minuman tradisional.
Dari sajian istana hingga produk ekonomi kreatif, wedang uwuh membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup mengikuti zaman. Minuman tamu para raja dari Tanah Jawa ini kini hadir di tengah masyarakat sebagai simbol tradisi, kesehatan, dan inovasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....