Blok GM Semarang Jadi Spot Nongkrong 24 Jam

  • 19 Jan 2026 09:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Deretan lampu kafe yang berpadu dengan aroma kopi menciptakan suasana hangat pascahujan di kawasan Jalan Gajah Mada Kota Semarang yang kini dikenal dengan sebutan Blok GM. Meski bukan nama resmi yang ditetapkan pemerintah, Blok GM perlahan menjelma menjadi identitas baru bagi sentra kafe dan kuliner kekinian di pusat Kota Semarang.

Mahasiswa semester akhir Universitas Diponegoro Semarang, Abi (22) mengaku kerap mengerjakan tugas akhir di kafe kawasan Blok GM. “Kafe yang buka 24 jam dengan suasana asik sangat membantu,” ujarnya, saat ditemui, Minggu, 18 Januari 2026 malam.

Sebutan Blok GM muncul dan viral di kalangan masyarakat, khususnya anak muda, seiring maraknya kafe yang berdiri di sepanjang ruas jalan tersebut. Kawasan ini pun berkembang menjadi ruang publik alternatif bagi generasi muda untuk berkumpul, bersantai, hingga bekerja.

Bagi sebagian pengunjung, Blok GM bukan sekadar tempat makan dan minum kopi. Kawasan ini menjadi ruang melepas penat sekaligus tempat produktif, terutama dengan kehadiran kafe yang buka selama 24 jam.

Menurut Abi, lokasi Blok GM yang berada di tengah kota menjadi nilai tambah tersendiri. Akses yang mudah dan jarak yang terjangkau membuat kawasan ini kerap menjadi titik temu bersama teman-temannya.

Hal serupa disampaikan pengunjung lain, Siska Putri (25). Ia menilai Blok GM menarik karena menawarkan banyak pilihan kafe dalam satu kawasan.

“Biasanya saya di Kopi Anak Panah. Kadang pindah ke Dikala atau Jaggad Coffee yang ada rooftop-nya, atau Antarsukha Coffee dengan konsep outdoor yang unik,” katanya.

Keramaian Blok GM bahkan disebutnya tak kalah dengan kawasan Blok M di Jakarta yang belakangan menjadi ikon nongkrong anak muda. Dinamika ini menunjukkan tumbuhnya ruang-ruang sosial baru di daerah, seiring perubahan gaya hidup generasi muda.

Fenomena Blok GM menjadi potret bagaimana ruang publik dapat tumbuh secara organik, mengikuti kebutuhan masyarakat. Kawasan ini tidak hanya menggerakkan sektor kuliner, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial dan ekonomi kreatif di tengah kota. (Put)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....