Kenapa Lebih Cepat Lapar Setelah Makan Bubur Ayam?
- 21 Des 2025 09:39 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Bubur ayam sering dianggap pilihan sarapan lengkap karena terdapat karbohidrat, protein dari suwiran ayam, telur, hingga kacang. Namun, banyak orang tetap merasa lapar tidak lama setelah memakannya.
Salah satu penyebab utamanya adalah tekstur bubur yang sangat mudah dicerna. Karena bentuknya halus dan cenderung “cair", tubuh tidak perlu bekerja keras memecah makanan, sehingga lambung lebih cepat kosong.
Faktor lain adalah bubur mempunyai indeks glikemik (GI) yang tinggi. Nasi dimasak dengan banyak air, lebih cepat menaikkan gula darah dibanding nasi utuh, membuat cepat kenyang tapi cepat turun.
Selain itu, kurangnya proses mengunyah juga berpengaruh karena mengunyah membantu mengaktifkan hormon kenyang. Makanan lembut seperti bubur tidak memberi cukup stimulasi sehingga sinyal kenyang kurang maksimal.
Walau bubur ayam memiliki protein, porsinya sering tidak sebanding dengan jumlah karbohidratnya. Hasilnya, rasa kenyang tidak bertahan lama, terutama bagi orang yang aktivitas pagi harinya cukup padat.
Itu sebabnya banyak orang merasa lapar kembali meski sarapannya terlihat “lengkap”. Kombinasi tekstur, GI tinggi, minimnya mengunyah membuat bubur cepat mengenyangkan namun cepat juga menghilang efeknya.
Kalau ingin tahan lama, bubur bisa ditambahkan protein lebih besar seperti telur utuh atau potongan ayam lebih banyak. Serat dari sayuran juga membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang lebih stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....