Gorengan Tradisional Nusantara: Dari Bala-bala hingga Lumpia

  • 06 Nov 2025 17:06 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Gorengan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Hampir di setiap sudut kota hingga pelosok desa, aroma gorengan yang baru diangkat dari minyak panas selalu menggoda siapa pun yang lewat.

Dari pagi hingga malam hari, penjual gorengan menjadi teman setia masyarakat yang mencari camilan murah dan mengenyangkan. Di balik kesederhanaannya, gorengan tradisional Nusantara menyimpan keragaman rasa dan kisah budaya yang menarik.

Salah satu yang paling populer adalah bala-bala atau dikenal juga dengan nama bakwan di beberapa daerah. Terbuat dari campuran sayuran seperti kol, wortel, dan daun bawang yang dibalut adonan tepung, bala-bala memiliki cita rasa gurih renyah di luar namun lembut di dalam.

Hidangan ini juga menjadi simbol kebersamaan karena sering disantap bersama teman atau keluarga dengan sambal kacang atau cabai rawit. Kemudian ada tempe mendoan dan tahu susur, dua jenis gorengan legendaris yang nyaris selalu ada di setiap gerobak.

Keduanya sederhana, tapi selalu dicari karena rasa gurih alaminya. Tempe mendoan khas Banyumas, misalnya, menawarkan sensasi berbeda dengan tekstur lembek dan aroma daun pisang yang khas saat digoreng.

Tak kalah populer adalah pisang goreng, camilan manis yang banyak disukai. Pisang yang matang digoreng dengan balutan tepung tipis menghasilkan paduan rasa manis, gurih, dan renyah.

Di beberapa daerah, pisang goreng bahkan dikreasikan dengan topping keju, cokelat, atau susu kental manis untuk cita rasa modern. Dan tentu saja, lumpia, ikon kuliner khas Semarang yang kini dikenal hingga mancanegara.

Berisi rebung, telur, dan udang yang dibungkus kulit tipis lalu digoreng, lumpia menawarkan perpaduan cita rasa gurih dan sedikit manis. Gorengan satu ini bukan sekadar jajanan, melainkan juga bagian dari sejarah kuliner hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Dari bala-bala hingga lumpia, gorengan tradisional Nusantara membuktikan bahwa camilan sederhana bisa punya makna yang dalam. Tak heran, meski zaman terus berubah, gorengan tetap tak tergantikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....