Mengenal Katsu, Paduan Kuliner Jepang dan Barat

  • 07 Agt 2025 07:14 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Katsu berasal dari Jepang, diperkenalkan pada akhir abad ke-19 sebagai makanan bergaya Barat. Awalnya katsu dibuat dari daging sapi, kemudian berkembang menjadi berbagai jenis pilihan daging dan bahan lain.

Kata “katsu” merupakan kependekan dari “katsuretsu” yang berarti cutlet atau irisan daging yang digoreng renyah. Masakan ini terinspirasi dari teknik memasak Eropa, khususnya hidangan breaded cutlet dari Prancis dan Austria.

Pada awalnya, katsu hanya dinikmati oleh kalangan elite Jepang yang terbiasa dengan makanan bergaya asing. Seiring waktu, makanan ini menyebar ke seluruh Jepang dan menjadi bagian populer dari menu sehari-hari.

Jenis katsu yang paling terkenal adalah tonkatsu, yaitu katsu berbahan dasar daging babi bagian loin. Tonkatsu disajikan dengan nasi, kol parut, sup miso, dan saus kental khas berwarna coklat gelap.

Katsu juga bisa dibuat dari daging ayam atau daging sapi yang lebih banyak disukai secara internasional. Variasi ini biasanya disajikan dengan nasi kari, salad segar, atau dalam bentuk sandwich praktis.

Proses pembuatan katsu dimulai dari membumbui daging dengan garam dan merica sesuai selera pribadi. Kemudian daging dicelupkan ke dalam tepung terigu, telur, dan terakhir dibalut remah roti panko.

Daging yang sudah dibalut panko kemudian digoreng dalam minyak panas hingga berwarna cokelat keemasan. Hasil akhirnya adalah potongan daging renyah di luar dan tetap lembut juicy di bagian dalam.

Kini katsu tidak hanya terbatas pada daging, tetapi juga memakai tahu, tempe, dan jamur sebagai bahan utama. Varian vegetarian ini banyak ditemukan di restoran modern yang mengusung konsep ramah lingkungan dan sehat.

Beberapa inovasi terbaru termasuk cheese katsu, yaitu daging katsu isi lelehan keju mozzarella yang menggoda. Ada pula curry katsu, yaitu katsu disajikan dengan saus kari kental khas Jepang yang menggugah selera.

Katsu menjadi simbol perpaduan budaya kuliner Jepang dan Barat yang terus beradaptasi mengikuti zaman. Dengan cita rasa gurih dan tekstur renyah, katsu sukses menarik perhatian pecinta kuliner lintas generasi. (Michelle Sabda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....