Matcha Latte, Tak Hanya Sekadar Nikmat

  • 29 Jul 2025 11:01 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Matcha latte menjadi tren minuman kekinian, terutama di kalangan anak muda urban. Kombinasi bubuk matcha dengan susu menciptakan warna hijau cantik dan rasa lembut.

Matcha latte viral di Instagram dan TikTok karena tampilannya yang estetis serta energi calm-alert yang ditawarkannya. Susu atau oat milk melengkapi tekstur creamy dan memperkaya cita rasa.

Secara ilmiah, matcha kaya akan EGCG dan katekin, antioksidan kuat yang menghambat stres oksidatif dan peradangan. Senyawa rutin dan quercetin turut mendukung kesehatan jantung dan regulasi gula darah.

Komponen L-theanine dalam matcha bekerja sinergis dengan kafein. Hasilnya adalah fokus yang lebih baik tanpa efek deg‑deg‑an seperti kopi.

Studi pada dewasa muda (25–34 tahun) menunjukkan konsumsi 2 gram matcha selama dua minggu memiliki manfaat. Salah satunya, mampu menjaga fungsi atensi setelah stres ringan.

Penelitian jangka panjang selama 12 bulan pada lansia juga menemukan manfaat sosial-kognitif dan kualitas tidur yang meningkat. Skor pengenalan ekspresi wajah lebih baik di kelompok matcha.

Meski fungsi MoCA dan ADL tidak berubah signifikan, efek positif terhadap persepsi emosi dan pola tidur tetap penting untuk pencegahan gangguan kognitif.

Selain otak, matcha membantu pengaturan berat badan dan metabolisme. Studi pada hewan menunjukkan konsumsi matcha mengurangi akumulasi lemak, memperbaiki profil lipid, dan meningkatkan termogenesis.

Jangan lupa, tersedia opsi minuman yang tetap sehat tanpa tambahan gula berlebih. Pilih matcha ceremonial grade organik untuk hasil terbaik.

Konsumsi 1–2 cangkir sehari (sekitar 2 g matcha) disarankan agar manfaat tetap optimal tanpa dampak kafein berlebihan. Jadi, sudahkan anda mengonsumsi matcha dengan tepat ?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....