Jeroan: Lebih dari Sekadar Sisa di Luar Negeri
- 30 Jan 2025 08:49 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang : Di Indonesia, jeroan seringkali dianggap sebagai bagian tubuh hewan yang kurang bernilai dan hanya dijadikan makanan alternatif. Namun, di berbagai belahan dunia, jeroan justru diolah menjadi hidangan lezat dan istimewa.
Dengan kreativitas dan teknik memasak yang tepat, jeroan dapat disulap menjadi hidangan yang kaya rasa dan memiliki nilai gizi yang tinggi.
Berbagai Olahan Jeroan di Dunia
Eropa:
- Haggis (Skotlandia): Hidangan tradisional Skotlandia ini terbuat dari hati, jantung, dan paru domba atau sapi yang dicampur dengan oatmeal, bumbu, dan dimasak dalam lambung hewan.
- Flaki (Polandia): Sup kental berbahan dasar babat sapi yang kaya akan rempah-rempah.
- Andouille (Prancis): Sosis khas Prancis yang terbuat dari berbagai jenis jeroan seperti hati, paru, dan usus.
Amerika Latin:
- Anticucho (Peru): Sate hati sapi yang dipanggang di atas bara api.
- Chicharrones (Meksiko): Kerupuk kulit babi yang renyah dan gurih.
Asia:
- Mook Pa (Korea): Sup tulang sapi yang kaya akan kolagen.
- Offal (Jepang): Istilah umum untuk menyebut jeroan di Jepang. Olahan jeroan di Jepang sangat beragam, mulai dari sashimi hati hingga yakitori usus ayam.
Jeroan mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc. Tekstur dan rasa jeroan yang khas memberikan pengalaman kuliner yang berbeda.
Biasanya, jeroan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan daging potong. Di Indonesia, konsumsi jeroan masih menghadapi beberapa tantangan, seperti stigma negatif dan kurangnya inovasi dalam pengolahan.
Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya memanfaatkan semua bagian dari hewan serta kreativitas para pelaku kuliner, pemanfaatan jeroan di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. (iiw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....