Croissant: Roti Berbentuk Bulan Sabit yang Unik
- 05 Des 2024 15:17 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Croissant atau roti berbentuk bulan sabit merupakan salah satu simbol kuliner Prancis yang sangat terkenal di dunia. Teksturnya berlapis, renyah, dan aromanya yang khas membuatnya begitu disukai.
Namun, tahukah Anda bahwa sejarah croissant sebenarnya cukup panjang dan tidak sepenuhnya berasal dari Prancis? Meski lekat dengan Prancis, croissant awalnya berasal dari Austria.
Pada abad ke-17, sebuah roti bernama kipfel berbentuk bulan sabit populer di Wina, Austria dan menjadi inspirasi awal croissant. Legenda menyebutkan bahwa bentuk bulan sabit pada roti ini melambangkan kemenangan atas Kekaisaran Ottoman yang menggunakan simbol serupa pada benderanya.
Croissant mulai dikenal di Prancis pada abad ke-18 berkat August Zang, seorang pembuat roti Austria yang membuka toko roti di Paris. Para pembuat roti Prancis kemudian memodifikasi resep kipfel dengan teknik lamination, yaitu pengolahan adonan berlapis-lapis dengan mentega.
Teknik inilah yang menciptakan tekstur berlapis dan renyah khas croissant modern. Proses pembuatan croissant memerlukan ketelitian tinggi, karena setiap lapisan harus sempurna untuk menghasilkan tekstur ringan dan berongga di dalam.
Saat dipanggang, lapisan-lapisan ini mengembang dan menciptakan croissant yang renyah di luar dan lembut di dalam. Rasanya yang gurih dan beraroma mentega menjadikannya cocok dinikmati sebagai sarapan, camilan, atau pendamping kopi.
Di Indonesia croissant menjadi salah satu camilan favorit, terutama di kafe dan toko roti modern. Banyak pengusaha kuliner lokal berinovasi dengan menghadirkan croissant bercita rasa Nusantara, seperti isian rendang, durian, atau pandan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....