RSUP Kariadi Intervensi Nonbedah Penanganan Penyakit Jantung Bawaan

  • 25 Mei 2024 11:31 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi mengembangkan teknik intervensi nonbedah dalam tatalaksana penyakit jantung bawaan. Teknik ini bisa menjadi pilihan intervensi yang dinilai lebih baik, karena minim bekas luka, biaya yang lebih rendah, serta menurunkan risiko kematian.

Dokter Spesialis Jantung dan Pebuluh Darah RSUP dr Kariadi, dr Sefri Noventi Sofia SpJP SubspK Ped PJB(K) mengatakan, perkembangan teknologi kedokteran di bidang intervensi nonbedah sangat pesat. Perkembangan teknologi ini dimanfaatkan untuk terapi penutupan lubang tanpa operasi dengan membuka dada pasien.

“Teknik ini disebut trancatheter device closure, di mana alat khusus penutup lubang ditempatkan melalui kateter pada pembuluh darah di paha, dengan panduan fluoroskopi. Sehingga alat tersebut bisa menutup lubang dengan sempurna tanpa operasi,” ungkap dokter yang mendalami penyakit jantung bawaan, Sabtu (25/5/2024).

Menurutnya, teknik trancatheter device closure sangat membantu pasien yang rentan terhadap radiasi seperti ibu hamil atau anak kecil. Selain itu, angka keberhasilan dinilai sangat baik dan pemulihan lebih cepat dibandingan dengan teknik bedah.

“Tindakan penutupan lubang jantung non-bedah yang menggunakan panduan alat ultrasound (transesophageal echocardiography) sehingga tidak ada radiasi dan reaksi alergi kontras. Teknik ini disebut penutupan defek jantung transkateter tanpa fluoroskopi,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP dr Kariadi, drg Farichah Hanum MKes mengungkapkan pihaknya terus mendorong dokter mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dengan ilmu dan teknologi yang terus berkembang.Sehingga ilmu yang telah diserap para dokter ini bisa ditularkan dan diterapkan di RSUP dr Kariadi.

“Kegiatan kuliah umum dan proctorship penutupan lubang jantung sangat penting karena bisa meminimalisir dampak penggunaan dari radiasi (zero fluoroscopy). Semua peralatan sudah tersedia di RSUP dr Kariadi, sehingga teman-teman mempertajam keterampilan dan memastikan system yang dibangun bisa terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....