Kenali Penyebab dan Gejala Asma pada Anak

  • 07 Mei 2024 21:56 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Masyarakat dunia memperingati tanggal 7 Mei 2024 sebagai hari Asma Sedunia atau World Asthma Day. Sejak 1998 sudah ada lebih dari 35 negara di seluruh duniayang memperingati Hari Asma sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang orang-orang yang menderita asma.

Asma menjadi salah satu penyakit yang dapat menimpa segala usia. Melansir Halodoc, umumnya seseorang dapat menderita asma karena sering terpapar debu, asap rokok, bulu binatang, udara dingin, aktivitas fisik, infeksi virus, bahkan paparan zat kimia.

Meskipun demikian, sampai saat ini masih belum ditemukan penyebab utama asma. Meskipun demikian, dari banyak temuan kasus asma, umumnya pengidap asma terbukti memiliki saluran pernapasan yang lebih sensitif.

Lantas bagaimana proses asma bisa terjadi pada tubuh manusia? Gejala asma biasanya muncul dimulai saat paru-paru terkena iritasi. Iritasi tersebut menyebabkan otot saluran pernapasan menjadi kaku dan menyempit. Penyempitan tersebut membuat produksi dahak meningkat, sehingga membuat pengidapnya kesulitan bernapas.

Pada anak-anak, gejala asma biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat memasuki usia remaja. Namun, anak-anak yang memiliki gejala asma cukup berat dapat memiliki resiko kemunculan asma di masa mendatang.

Gejala dan tingkat keparahan asma pada anak biasanya berbeda dengan asma pada orang dewasa. Diagnosis dan penanganan pada anak yang menderita asma, terutama anak usia di bawah 5 tahun, menjadi tantangan tersendiri karena gejala yang beragam dan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Orang tua dapat melihat beberapa gejala utama asma pada anak sebagai bentuk pencegahan dini. Laman Alodoc menyebutkan bahwa gejala utama asma pada anak biasanya ditandai dengan napas yang berbunyi atau mengi, sesak napas, dan batuk.

Selain itu gejala yang muncul ketika asma pada anak sedang kambuh antara lain napas yang tampak berat dan cepat, anak tidak mau makan atau menyusu, terlihat t pucat disertai kuku dan bibir kebiruan. Anak yang mengalami gejala asma biasanya juga akan tampak lemas, kurang aktif dan menunjukkan otot dada dan leher yang tampak tertarik ketika bernapas.

Untuk mengantisipasi asma pada anak, orang tua harus mengenali dan mencatat apa saja faktor pemicu asma pada anak. Apabila anak menjunjukkan gejala orang tua dapat menyiapkan obat-obatan asma, terapi oksigen, atau segera berkonsultasi dengan dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....