Vaksin Rabies Gratis di Kudus Diserbu, 120 Hewan Sudah Terdaftar

  • 07 Okt 2026 09:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Sekitar 120 hewan dari kuota 150 ekor telah terdaftar dalam layanan vaksinasi rabies gratis yang digelar Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kudus. Tingginya pendaftaran menunjukkan kebutuhan vaksinasi hewan peliharaan sekaligus pentingnya pencegahan rabies yang dapat menular kepada manusia.

Kepala UPT Puskeswan dan RPH drh. Anton Cahyono mengatakan, vaksinasi rabies perlu dilakukan secara rutin setiap tahun. Hewan yang sudah pernah divaksin dianjurkan mendapatkan vaksinasi ulang untuk mempertahankan perlindungan terhadap rabies.

Untuk hewan yang baru pertama kali divaksin, pemberian vaksin disarankan setelah berusia minimal empat bulan. Hewan yang masih terlalu muda belum dianjurkan menerima vaksin karena efektivitasnya belum optimal.

“Kalau vaksinasi rabies itu setahun sekali. Untuk yang pertama kali, disarankan minimal umur empat bulan,” ujar drh. Anton Cahyono, Selasa 6 Oktober 2026.

Layanan gratis tersebut menyasar hewan pembawa rabies (HPR), terutama anjing, kucing, dan kera. Dari sekitar 120 hewan yang telah terdaftar, kucing mendominasi peserta dengan jumlah sekitar 90 persen.

Meski kucing paling banyak divaksin, anjing tetap menjadi perhatian karena memiliki potensi risiko rabies yang tinggi. Karena itu, pemilik hewan pembawa rabies diimbau tidak mengabaikan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.

Anton mengatakan vaksin rabies menjadi salah satu layanan yang digratiskan karena penyakit tersebut dapat menular dari hewan kepada manusia dan berakibat fatal. “Yang kita gratiskan biasanya untuk rabies, karena itu penyakit berbahaya, bisa menular ke manusia dan cukup fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian,” jelasnya.

Di luar layanan gratis pemerintah, masyarakat tetap dapat memperoleh vaksin rabies melalui klinik hewan swasta. Biayanya berkisar Rp40 ribu hingga Rp80 ribu per ekor, belum termasuk pemeriksaan atau jasa dokter di sejumlah klinik.

Salah satu pemilik hewan, Noormalia (47), warga Megawon, Kudus, membawa tiga ekor kucing setelah mendapat informasi program tersebut dari warga. Namun, hanya dua kucing yang dapat divaksin karena satu lainnya masih terlalu kecil. “Ini pertama kali saya ikut vaksinasi. Untuk antisipasi juga kalau ada wabah,” katanya.

Noormalia menilai vaksinasi gratis membantu pemilik hewan, terutama mengurangi biaya. Ia berharap program tersebut lebih sering disosialisasikan agar masyarakat memahami bahaya rabies dan penyakit lain yang dapat dibawa hewan peliharaan.

“Harapannya lebih disosialisasikan lagi kepada masyarakat, supaya lebih mengetahui apa itu rabies dan penyakit lain yang dibawa hewan peliharaan. Dengan adanya kegiatan gratis seperti ini, vaksinasi juga menjadi lebih murah dan mudah,” ujarnya. (RK)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....