Depresi atau hanya Kelelahan?, ini Bedanya
- 28 Sep 2026 12:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Depresi dan kurang tidur saling berkaitan erat. Meskipun keduanya terkadang sulit dibedakan, ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan jika kurangnya energi yang Anda alami mungkin lebih dari sekadar kelelahan biasa.
Hubungan antara tidur dan depresi lebih bersifat dua arah. Karena para penderita depresi sering kali mengalami gangguan tidur, baik itu kesulitan untuk mulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur, maupun tidur secara berlebihan.
Sebagai contoh, sekitar 90% penderita depresi mengalami gangguan tidur. Selain itu, orang dengan insomnia tingkat sedang hingga berat cenderung mengalami tingkat keparahan depresi dan kecemasan yang lebih tinggi.
Orang yang kelelahan akibat kurang tidur dapat mengalami gejala yang mirip dengan depresi, seperti gangguan konsentrasi, hilangnya energi dan motivasi dan mudah marah. Namun, hal ini tidak serta-merta berarti mereka memenuhi kriteria untuk diagnosis depresi.
Lantas, bagaimana cara membedakan antara kelelahan dan depresi, serta menentukan masalah mana yang muncul lebih dulu?. Meskipun hal ini bisa membingungkan, ada beberapa cara untuk membedakan keduanya.
Dilansir dari healthline, Gejala utama kurang tidur, yang tampak jelas, adalah rasa kantuk di siang hari. Gejala lainnya meliputi, peningkatan nafsu makan, kelelahan, pikiran terasa "kabur" atau mudah lupa, penurunan libido dan perubahan suasana hati.
Sementara gejala depresi dapat meliputi hilangnya minat terhadap berbagai aktivitas, insomnia, penurunan konsentrasi, kurangnya energi, rasa gelisah, perasaan putus asa, rasa bersalah, atau bahkan keduanya. Jika anda mengalami gejala gejala seperti ini, maka ada baiknya jika anda meminta bantuan orang orang terdekat atau yang berkompeten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....