Perubahan Cuaca, IDAI Ingatkan Orangtua Perkuat Proteksi Anak dari Influenza

  • 22 Sep 2026 15:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua untuk meningkatkan perlindungan anak dari risiko infeksi Influenza A, di tengah perubahan kondisi cuaca dan meningkatnya aktivitas influenza di sejumlah wilayah Indonesia. Melalui Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis, IDAI merekomendasikan penguatan pencegahan, termasuk vaksinasi tahunan, pemenuhan kebutuhan cairan, serta penerapan protokol kesehatan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Hikari Ambara Sjakti, mengatakan anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap infeksi influenza. Sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang membuat anak berisiko mengalami komplikasi, terutama pada kelompok usia tertentu dan anak dengan penyakit penyerta.

Sementara itu, Prof. Anggraini Alam, dari UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan anak, khususnya saat cuaca panas dan kering. Orangtua perlu memastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi ketika terserang influenza.

"Selain menjaga hidrasi, IDAI menganjurkan orangtua memberikan waktu istirahat yang cukup. Perhatikan gejala penyakit, dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila anak menunjukkan tanda-tanda infeksi yang mengkhawatirkan," katanya.

IDAI juga merekomendasikan vaksinasi influenza setiap tahun bagi anak mulai usia enam bulan. Vaksinasi dinilai dapat mengurangi risiko infeksi sekaligus menekan tingkat keparahan penyakit dan komplikasi.

Prof. Anggraini menjelaskan, anak yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga sekitar 10 hari setelahnya. Oleh karena itu, anak yang sakit sebaiknya tetap berada di rumah dan tidak mengikuti kegiatan sekolah atau bermain hingga pulih.

"Pencegahan lainnya dilakukan dengan membiasakan anak mencuci tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika diperlukan, serta menghindari kerumunan. Terutama saat mengalami gejala infeksi saluran pernapasan," ujarnya.

Pada anak yang terinfeksi influenza, orangtua dianjurkan memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, memberikan obat penurun demam sesuai indikasi, dan mengikuti arahan dokter. Penggunaan obat antivirus, seperti oseltamivir, harus berdasarkan evaluasi dan resep dokter, terutama pada anak berisiko tinggi.

IDAI mengingatkan orangtua untuk mewaspadai sejumlah tanda bahaya, seperti sesak napas, demam tinggi yang tidak kunjung turun, penurunan kesadaran, dan dehidrasi. Jika gejala tersebut muncul, anak perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....