Terlibat Narkoba dan Judi on line, Anak Nakal atau Anak yang Terjebak?
- 22 Sep 2026 17:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru, khususnya bagi generasi muda. Saat ini kasus penyalahgunaan narkoba dan kecanduan Judi online di kalangan remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian utama di Indonesia.
Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan remaja usia sekolah termasuk kelompok rentan terpapar narkoba. Akses mudah ke platform judi online di perangkat digital memperburuk situasi ini, karena banyak remaja memiliki akses ke Internet dan perangkat pribadi.
Narkotika adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat liontin lainnya. Yakni zat atau obat yang dapat mengakibatkan pengurangan atau perubahan kesadaran, hilangnya kepekaan, berkurangnya eliminasi nyeri.
Menurut Afif Fauzi Rahman (Penal Study Club Fakultas Hukum UNNES), Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak buruk tidak hanya pada individu, namun juga pada keluarga dan masyarakat. Narkoba dapat menimbulkan kecanduan, gangguan kesehatan jiwa dan perilaku kriminal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Dalam jangka panjang, penggunaan narkoba dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik, isolasi sosial, dan bahkan kematian karena overdosis. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk sadar dan mendapat informasi akan bahaya narkoba untuk dapat menolak tawaran konsumsi.
Selain narkoba, judi online juga memberikan ancaman serius. Dengan mudahnya akses melalui perangkat digital, remaja semakin terpapar dengan berbagai jenis permainan yang dapat berujung pada kecanduan.
Saat hadir sebagai narasumber Cakrukan di Pro 4 RRI Semarang, Afif lebih lanjut menjelaskan bahwa judi online adalah sebuah perilaku Penyimpangan yang dilakukan remaja. Berupa pertaruhan uang dalam jumlah tertentu. Bertujuan mendapatkan uang atau barang berharga lainnya.
Judi online tidak hanya menimbulkan kerugian finansial yang signifikan, namun juga berisiko menimbulkan masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, dan perilaku impulsif. Remaja yang kecanduan game online lebih mungkin mengalami masalah sosial dan sosial emosional, termasuk kesulitan dalam hubungan interpersonal dan hilangnya kepercayaan diri.
Edukasi tentang bahaya narkoba dan perjudian online memerlukan pendekatan pastisipatif yang melibatkan semua pihak. Mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat luas, untuk menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuh kembang siswa secara sehat.
Melalui kerjasama yang kuat antara sekolah, orang tua dan instansi terkait diharapkan dapat melahirkan generasi baru yang berkarakter kuat. Hal ini untuk membentuk kemampuan menolak segala bentuk godaan yang membahayakan masa depannya.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam upaya ini. Dukungan keluarga dapat memberikan landasan yang kuat bagi remaja untuk menolak tawaran narkoba dan judi online.
Orang tua yang terlibat aktif dalam kehidupan anaknya, memberikan pendidikan yang baik dan menciptakan komunikasi yang terbuka. Poin ini sangat membantu anak merasa lebih nyaman membicarakan permasalahan yang dihadapinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....