Begini Hasil Laboratorium Kasus Karacunan MBG Awal Agustus di Rembang
- 30 Agt 2026 15:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang mengungkap penyebab kejadian keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Rembang. Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, ditemukan bakteri pada sejumlah sampel menu MBG.
Hasil penelitian laboratorium tersebut diterima DKK Rembang pada Kamis 27 Agustus 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dr Ali Syofi’i menjelaskan, dari pemeriksaan laboratorium, bakteri ditemukan pada menu nasi liwet dan telur dadar balado.
“Rinciannya, pada nasi liwet ditemukan bakteri Salmonella, Streptococcus faecalis, dan Bacillus cereus. Ada tiga jenis bakteri. Sedangkan untuk telur dadar balado ditemukan dua jenis bakteri, yakni Streptococcus faecalis dan Bacillus cereus,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan bakteri pada makanan umumnya berkaitan dengan kontaminasi lingkungan, proses pengolahan yang kurang higienis, maupun kesalahan dalam penyimpanan makanan. Karena faktor kebersihan, higiene dan sanitasi.
"Masalah kebersihan sangat menentukan, jadi harus diperhatikan betul oleh semua SPPG,” ungkapnya. Selain pemeriksaan mikrobiologi, DKK Rembang juga melakukan pemeriksaan kimia terhadap sejumlah sampel.
Hasilnya, tidak ditemukan kandungan pestisida maupun klorin pada sampel makanan, muntahan, maupun feses (tinja) yang diperiksa. “Untuk yang pemeriksaan kimia, tidak ditemukan pencemaran kimia di semua sampel yang diuji,” imbuh Ali.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Ali menegaskan, hal tersebut bukan menjadi kewenangan DKK Rembang, melainkan ranah Badan Gizi Nasional (BGN).
“Meski demikian, hasil dari laboratorium sebagai bahan untuk pembinaan lebih lanjut,” tandasnya.
Sebelumnya, SPPG Mondoteko 3 membagikan menu MBG pada Selasa (4/8/2026). Pada malam harinya, sejumlah penerima manfaat mulai mengalami gejala berupa mual, muntah, dan diare.
Gejala tersebut tidak hanya dialami siswa, tetapi juga guru, staf tata usaha (TU), hingga kepala sekolah.
Kejadian serupa dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 5 Rembang, SD dan SMP Annawawiyah Tasikagung, serta TK/PAUD Tunas Bangsa.
Pada Rabu (5/8/2026) pagi, ratusan siswa tidak masuk sekolah. Puluhan di antaranya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melakukan serangkaian langkah penanganan dan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kejadian.
Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah kini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG, khususnya terkait penerapan kebersihan, higiene, dan sanitasi dalam proses pengolahan serta penyimpanan makanan. (Mif)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....