Cuci Tangan Terlupakan, Bahaya Mengintai Diam-Diam

  • 19 Agt 2026 11:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan kini mulai jarang dilakukan oleh banyak orang. Padahal, kebiasaan sederhana ini dulu sangat ditekankan sejak kecil.

Saat pandemi berlangsung, mencuci tangan sempat menjadi kebiasaan wajib di berbagai tempat. Fasilitas cuci tangan pun banyak ditemukan di tempat publik.

Kini, situasi tersebut perlahan berubah seiring mereda dan selesainya pandemi. Banyak fasilitas cuci tangan yang dulu tersedia kini rusak atau tidak difungsikan kembali.

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai tempat, seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan lain sebagainya. Banyak pula pengunjung yang memilih pergi tanpa mencuci tangan setelah dari toilet.

Sebagian orang merasa mencuci tangan tidak lagi menjadi kebutuhan yang wajib dilakukan. Penggunaan hand sanitizer dianggap lebih praktis dibandingkan mencuci tangan dengan air mengalir.

Kebiasaan yang menurun ini berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Penyakit seperti diare dan infeksi lebih rentan menyebar tanpa mencuci tangan.

Sejumlah pihak mulai mengingatkan pentingnya kembali membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Edukasi ini dinilai harus digencarkan kembali, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.

Kebiasaan sederhana ini sebenarnya dapat mencegah berbagai penyakit dengan biaya yang murah. Menjaga kembali budaya cuci tangan menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....