Inovasi TELPONI Jadi Andalan Pemkab Rembang Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • 29 Jul 2026 20:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang – Inovasi Temokno, Laporno, Openi (TELPONI) menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Melalui inovasi tersebut, seluruh elemen masyarakat didorong berperan aktif menemukan, melaporkan, dan merespons secara cepat ibu hamil berisiko tinggi serta bayi yang membutuhkan penanganan.

Penguatan inovasi TELPONI ditandai dengan penggalangan komitmen penurunan AKI dan AKB yang digelar Pemerintah Kabupaten Rembang di salah satu hotel di jalur Pantura, Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi profesi, rumah sakit, puskesmas, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Bupati Rembang Harno mengatakan, kesehatan ibu dan bayi merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan. “Oleh karena itu, upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi harus menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya sektor kesehatan semata," ujarnya.

Menurutnya, inovasi TELPONI menjadi wujud kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Rembang dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Melalui program tersebut, masyarakat diajak aktif menemukan, melaporkan, dan memberikan respons cepat terhadap ibu hamil berisiko tinggi, ibu bersalin yang membutuhkan pertolongan, maupun bayi yang memerlukan penanganan segera.

Harno berharap komitmen yang dibangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan kolaborasi yang berkelanjutan. Ia optimistis sinergi seluruh pihak mampu terus menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang.

"Komitmen yang kita bangun hari ini hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial saja. Akan tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, kolaborasi yang berkelanjutan, serta kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan ibu dan bayi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Sofii, mengatakan kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan. Meski demikian, capaian Kabupaten Rembang pada 2025 menunjukkan tren positif dengan angka kematian ibu dan bayi terendah sepanjang sejarah daerah tersebut.

Ali menjelaskan, pada 2025 jumlah kematian ibu tercatat sebanyak lima kasus atau sekitar 72 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara angka kematian bayi mencapai 96 kasus atau sekitar 14 per 1.000 kelahiran hidup.

"Jumlah kematian ibu di tahun 2025 adalah sebesar lima kematian ibu. Ini merupakan angka terendah sepanjang sejarah Kabupaten Rembang," ungkapnya.

Meski mencatat capaian terbaik, Ali menegaskan seluruh pihak tidak boleh berpuas diri. Menurutnya, melalui inovasi TELPONI, pemerintah daerah ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan dan penanganan risiko pada ibu hamil, ibu bersalin, serta bayi dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....