Diagnosis Stroke pada Golden Period Tentukan Peluang Pemulihan
- 01 Jul 2026 14:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Diagnosis stroke pada golden period menjadi faktor penting yang menentukan peluang pemulihan pasien. Penanganan yang cepat juga dapat mengurangi risiko kecacatan jangka panjang akibat stroke.
Dokter Subspesialis Neurointerventional dan Neurovascular Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Aditya Kurnianto, Sp.N., Subsp.NIOO(K)., MARS., AIFO-K., FINA., FISQua., FNR., mengatakan keberhasilan penanganan stroke sangat dipengaruhi ketepatan dan kecepatan diagnosis gangguan pembuluh darah otak. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan pada golden period dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Sementara itu, lebih dari 500 ribu kasus stroke terjadi setiap tahun dan menjadi salah satu penyebab utama kecacatan serta kematian.
"Prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) memungkinkan kami melihat anatomi pembuluh darah secara sangat detail sehingga diagnosis dapat ditegakkan dengan lebih akurat. Selain untuk diagnosis, pada beberapa kasus DSA juga dapat menjadi langkah awal intervensi yang dilakukan seperti mechanical thrombectomy, intraarterial thrombolysis, stenting, coiling ataupun balooning pembuluh darah otak," ujar dr. Aditya, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, teknologi DSA mampu menampilkan kondisi pembuluh darah secara rinci sehingga penyumbatan, aneurisma, maupun Arteriovenous Malformation (AVM) dapat dideteksi lebih dini. Diagnosis yang cepat memungkinkan dokter segera menentukan tindakan medis yang paling tepat bagi pasien.
"Prosedur DSA dilakukan dengan benar bisa menjadi angle preventif untuk penyelamatan medis di usia produktif. Notabene banyak terjadi pada pasien laki-laki," katanya.
Untuk mendukung penanganan stroke, Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan layanan DSA yang terintegrasi dengan layanan neurologi dan stroke. Layanan tersebut didukung fasilitas penunjang seperti MRI, CT Scan, radiologi, dan Cath Lab.
Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Herman Kristanto, M.S., Sp.OG., Subsp.KFm., CHQP., MQM., mengatakan akses terhadap diagnosis yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan penting dalam penanganan penyakit saraf dan pembuluh darah otak. "Kami ingin masyarakat mendapatkan akses terhadap teknologi diagnostik dan intervensi terkini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala stroke, seperti wajah mencong, kelemahan mendadak pada salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, atau gangguan penglihatan. Penanganan pada golden period dapat meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....