Mahasiswa saat Terjebak dalam Burnout

  • 29 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Burnout menjadi salah satu hal yang semakin sering dirasakan oleh orang-orang terutama mahasiswa. Tekanan akademik dan aktivitas yang padat membuat rasa lelah terasa sebagai hal yang sudah menjadi bagian diri.

Tugas kuliah, organisasi, hingga tuntutan untuk tetap produktif kerap menumpuk. Kondisi ini membuat mahasiswa rentan mengalami kelelahan fisik serta mental.

Burnout bukan hanya berdampak pada kesehatan, namun juga menurunkan produktivitas. Fokus belajar menjadi menurun dan motivasi perlahan menghilang.

Selain itu, ekspektasi dari lingkungan sekitar juga turut andil memperparah kondisi ini. Banyak mahasiswa merasa selalu terlihat sibuk dan harus berprestasi.

Di era digital, membandingkan kehidupan di media sosial juga menjadi pemicu tambahan. Hal ini membuat mahasiswa merasa tertinggal dan semakin tertekan.

Salah satu mahasiswa, Alma Almirah (21) mengaku burnout membuatnya menjadi tidak produktif. "Kalo aku ngerasa burnout bikin aku ga produktif dan ngebuat kinerjaku justru jadi menurun," ujarnya.

Untuk mengatasi burnout, penting bagi mahasiswa mengenali batas kemampuan diri. Istirahat yang cukup dan manajemen waktu yang baik menjadi langkah awal yang dapat dilakukan.

Dengan kesadaran yang tepat, burnout dapat dicegah sejak dini. Menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental menjadi kunci utama. (Fildzah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....