Stres Kerja yang Diabaikan Bisa Picu Burnout dan Gangguan Kesehatan
- 23 Jun 2026 15:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Stres kerja yang terus-menerus diabaikan berisiko menimbulkan burnout hingga gangguan kesehatan mental dan fisik. Oleh krena itu, pekerja perlu mengenali tanda-tanda stres kerja yang tidak sehat sejak dini agar tidak berdampak lebih serius.
Psikolog Klinis Mayantara Psychology Semarang, Nuraini Dyah R., mengatakan stres kerja yang tidak sehat biasanya mulai memengaruhi pikiran, emosi, perilaku, hingga kondisi fisik seseorang. "Tandanya bisa berupa mudah marah, sensitif, sulit konsentrasi, sulit tidur, cepat lelah meski sudah beristirahat, kehilangan semangat kerja, hingga muncul keluhan fisik seperti sakit kepala, maag, dan GERD," ujarnya dalam siaran Pro 2 RRI Semarang, Senin, 22 Juni 2026.
| Baca juga: Sehatkan Mata dengan Pemandangan Hijau |
Menurut Nuraini, banyak orang sering keliru membedakan antara kelelahan biasa dan burnout. Kelelahan umumnya dapat pulih setelah beristirahat atau berlibur. Sementara burnout merupakan kelelahan fisik dan emosional yang berlangsung terus-menerus meski seseorang telah beristirahat.
Selain merasa lelah berkepanjangan, penderita burnout juga cenderung kehilangan minat terhadap pekerjaan. Mereka juga menjadi lebih sinis, mudah tersinggung, serta mengalami penurunan produktivitas.
Ia menjelaskan, stres kerja yang dibiarkan berlarut-larut dapat berkembang menjadi kecemasan hingga depresi. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.
"Kalau stres kerja terus diabaikan, bisa mengarah pada burnout, kecemasan, bahkan depresi. Secara fisik juga bisa muncul gangguan tidur, sakit kepala, jantung berdebar, tekanan darah meningkat, hingga daya tahan tubuh menurun," katanya.
Nuraini menambahkan, stres dapat dialami siapa saja, mulai dari pelajar, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Oleh karena itu, kemampuan mengelola stres menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
Ia mengingatkan masyarakat untuk segera mencari bantuan profesional apabila gejala stres berat berlangsung selama dua minggu berturut-turut dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, pola tidur, pola makan, serta kemampuan bekerja. "Kalau sudah berlangsung dua minggu tanpa membaik dan mulai mengganggu fungsi sehari-hari, itu menjadi tanda untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional lainnya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....