Self-Love, Tren Media Sosial atau Kebutuhan Jiwa?

  • 07 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Fenomena cinta diri kini tampak mencolok di berbagai unggahan media sosial sehari-hari. Banyak konten dibuat seolah-olah ini sekadar gaya hidup populer yang sedang diminati banyak orang.

Di laman-laman maya, pesan penerimaan diri sering tampak indah namun terasa dangkal isinya. Tampilan sempurna kadang menutupi makna asli di balik konsep yang sebenarnya mendalam ini.

Namun, jauh di luar layar, kebutuhan untuk menghargai diri sendiri telah ada sejak lama. Jiwa manusia memang butuh rasa aman dan damai agar bisa tumbuh sehat serta bermakna nyata.

Banyak orang membagikan kutipan indah hanya agar terlihat positif di mata pengikutnya. Tindakan ini seringkali tidak disertai usaha nyata memahami luka batin diri sendiri.

Sebenarnya, cinta diri adalah proses panjang mengenali, menerima, dan merawat seluruh sisi diri. Hal ini bukan sekadar kata-kata manis, melainkan kebutuhan mendasar untuk keseimbangan jiwa.

Ketika tren mereda, rasa sayang pada diri sendiri tetap menjadi pondasi hidup yang kokoh. Tanpa hal ini, seseorang akan sulit berbahagia meski dikelilingi banyak pencapaian.

Jadi, cinta diri bukan sekadar mode yang lewat di linimasa dunia maya kita. Ini adalah kebutuhan hakiki jiwa agar kita bisa hidup utuh dan berharga selamanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....