Polresta Pati Libatkan Bhabinkamtibmas untuk Percepat Deteksi Kasus TBC

  • 04 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Libatkan Bhabinkamtibmas, Polresta Pati Tekan TBC

RRI.CO.ID, Semarang – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) menguji keandalan sistem tanggap darurat melalui simulasi keadaan darurat terintegrasi di Integrated Terminal (IT) Semarang, Rabu, 3 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, prosedur operasional, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai potensi kondisi darurat.

Simulasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pertamina Patra Niaga, TNI, Polri, Basarnas, hingga sejumlah instansi terkait lainnya. Berbagai skenario kedaruratan diperagakan guna mengukur efektivitas sistem penanganan yang telah disiapkan.

Skenario diawali dengan terjadinya overpressure pada jalur penerimaan di IT Semarang. Kondisi tersebut memicu aktivasi sistem tanggap darurat dan penghentian sementara operasional untuk memastikan keselamatan personel serta fasilitas.

Dampak dari kejadian tersebut kemudian berkembang menjadi kebocoran pada block valve di kawasan Hutan Mangrove Tambakrejo dan fasilitas Single Point Mooring (SPM) 50.000 DWT. Tim Emergency Response segera melakukan penanganan dengan memasang oil boom, menyekat area terdampak, serta mengendalikan tumpahan minyak agar tidak meluas ke lingkungan sekitar.

Dalam simulasi tersebut, situasi semakin kompleks ketika sejumlah nelayan mendekati area yang terdampak tumpahan minyak. Salah satu kapal nelayan kemudian digambarkan mengalami kebakaran akibat puntung rokok yang berkontak dengan material mudah terbakar di sekitar lokasi kejadian.

Tim SAR gabungan yang telah disiagakan langsung melakukan proses penyelamatan. Nelayan yang melompat ke laut berhasil dievakuasi menggunakan peralatan keselamatan laut sebelum mendapatkan penanganan medis awal di lokasi.

Selanjutnya, korban menjalani proses medical evacuation oleh tim kesehatan untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur tanggap darurat yang telah disiapkan sebelumnya.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan simulasi keadaan darurat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di seluruh instalasi operasional Pertamina. Tujuannya untuk memastikan kesiapan sistem serta efektivitas pola koordinasi dan komunikasi ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

"Pada saat keadaan darurat yang sebenarnya, hal yang terpenting adalah koordinasi dan komunikasi antara semua pihak yang terlibat. Karena dalam situasi emergency seringkali penanganan dapat diperparah atau diperlama apabila pola koordinasi kurang karena semua dalam keadaan panik," ujar Taufiq.

Menurutnya, latihan secara berkala diperlukan agar setiap unsur yang terlibat memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, proses penanganan kondisi darurat dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan efisien.

Ia menambahkan, simulasi ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas prosedur tanggap darurat yang telah dimiliki perusahaan sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kondisi darurat.

Melalui kegiatan tersebut, Pertamina berharap kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas instansi dapat terus terjaga. Dengan demikian, setiap potensi keadaan darurat operasional dapat ditangani secara optimal guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan, fasilitas, maupun lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....