UKM Peduli Napza Ingatkan Rokok Bisa Jadi Pintu Awal Penyalahgunaan Zat Adiktif
- 29 Mei 2026 03:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) Peduli Napza Universitas Diponegoro (Undip) mengingatkan bahwa kebiasaan merokok dapat menjadi pintu awal penyalahgunaan zat adiktif lainnya. Oleh karena itu, generasi muda diajak lebih peduli terhadap kesehatan fisik dan mental sejak dini.
Edukasi dilakukan melalui pendekatan santai tanpa menghakimi anak muda yang merokok. Cara tersebut dinilai lebih efektif membangun kesadaran dibanding pendekatan yang bersifat menggurui.
Pembahasan mengenai bahaya rokok tersebut disampaikan dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang, Kamis, 28 Mei 2026 pagi. Dialog ini mengangkat tema rokok sebagai pintu awal penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya(Napza).
Anggota UKM Peduli Napza Undip, Audia Paradisa Agisti, mengatakan generasi muda cenderung lebih nyaman diajak berdiskusi oleh teman sebaya. Pendekatan emosional dinilai penting agar pesan edukasi lebih mudah diterima.
“Kita lebih sebagai teman yang mengingatkan. Bukan menghakimi,” ujarnya.
Menurut Audia, lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan seseorang, termasuk merokok. Oleh karena itu, teman sebaya diharapkan saling mendukung menuju aktivitas yang lebih positif.
Ia juga menilai pendekatan emosional dapat membantu seseorang merasa didukung saat menghadapi persoalan tertentu, sehingga edukasi tentang bahaya rokok dan Napza lebih mudah diterima. “Kita cari tahu dulu alasan mereka menggunakan rokok atau zat tertentu,” katanya.
Ia menjelaskan, UKM Peduli Napza Undip juga akan menggelar kampanye Hari Bebas Asap Tembakau pada 31 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Universitas Diponegoro, Tembalang.
Panitia akan menghadirkan edukasi, permainan interaktif, hingga ruang tanda tangan dukungan bebas asap tembakau. Relawan berkemeja merah juga dijadwalkan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Audia berharap generasi muda semakin sadar menjaga kesehatan sejak usia muda. Menurutnya, keberanian menolak rokok menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan diri sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....