Hernia Umbilicalis, Pusar "Bodong" Menurut Dunia Medis

  • 29 Mei 2026 00:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Saat bayi lahir orang tua pasti menginginkan anaknya dalam keadaan baik tanpa kurang satu apapu. Akan tetapi, ada beberapa yang memiliki kelainan bawaan lahir seperti kasus Hernia Umbilicalis.

Hernia umbilicalis merupakan sebuah kondisi saat sebagian usus atau jaringan lemak menonjol melalui celah di otot perut di sekitar pusar. Kondisi umumnya sering terjadi pada bayi, akan tetapi juga dapat dialami orang dewasa karena tekanan berlebih pada dinding perut.

Hernia umbilicalis pada bayi biasanya terlihat sebagai benjolan lunak pada area pusar yang tampak lebih jelas saat bayi menangis atau tertawa. Sebagian besar kasus ini pada bayi dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan usia tanpa perlu tindakan operasi khusus.

Sementara itu pada orang dewasa, hernia umbilicalis bisanya dipicu oleh obesitas, kehamilan, batuk kronis, maupun kebiasaan mengangkat beban berat. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada perut membuat jaringan di sekitar pusar melemah dan akhirnya menimbulkan tonjolan.

Gejala hernia umbilicalis pada umumnya berupa adanya benjolan di pusar yang terasa lunak dan kadang disertai nyeri ringan. Akan tetapi jika benjolan berubah keras, terasa sangat sakit, atau sulit untuk didorong masuk, kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dan pertolongan medis.

Kelainan ini bisa berdampak serius bagi kesehatan jika terjadi penjepitan usus atau strangulasi. Kondisi ini akan menyebabkan aliran darah ke jaringan ususmenjadi terhambat sehingga dapat memicu kerusakan jaringan bahkan infeksi berbahaya.

Selain menimbulkan rasa yang tidak nyaman, hernia umbilicalis juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Rasa nyeri yang timbul saat bergerak, batuk, maupun mengangkat barang seringkali membuat penderita menjadi kesulitan dalam melakukan pekerjaan berat.

Penanganan hernia umbilicalis akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan juga kondisi pasien. Dokter biasanya akan menyarankan operasi apabila hernia semakin besar, menimbulkan nyeri, serta berisiko menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....