Lawan Hoaks Imunisasi, Undip dan UNICEF Sasar Anak Zero Dose di Pekalongan

  • 20 Mei 2026 15:38 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • hoaks imunisasi
  • anak kategori zero dose

RRI.CO.ID, Pekalongan - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro bersama UNICEF mendorong percepatan cakupan imunisasi dasar bagi anak kategori zero dose di Kabupaten Pekalongan. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus menghadapi maraknya hoaks yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan peningkatan kapasitas lintas sektoral yang digelar di Hotel Grand Dian, Kabupaten Pekalongan, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, penggerak komunitas, hingga media massa guna memperkuat strategi perluasan cakupan imunisasi dasar.

Ketua Pusat Penelitian Kesehatan LPPM Undip, Martini mengatakan, imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini. “Imunisasi merupakan salah satu upaya yang efektif dalam pencegahan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi atau PD3I,” ujarnya.

Menurut Martini, tantangan program imunisasi saat ini bukan hanya soal akses layanan kesehatan, tetapi juga derasnya informasi palsu yang membuat sebagian masyarakat ragu memberikan imunisasi kepada anak mereka. Oleh karena itu, pihaknya mendorong strategi demand creation dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat agar kesadaran terhadap pentingnya imunisasi dasar terus meningkat.

“Nah, pada konteks ini kami memfokuskan pada zero dose. Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar supaya bisa ditingkatkan cakupannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, imunisasi tidak hanya melindungi individu. Akan tetapi, juga menjadi benteng kesehatan masyarakat untuk mencegah munculnya wabah penyakit menular di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Tohid Margono menilai keberhasilan program imunisasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Kabupaten Pekalongan dipilih sebagai salah satu lokasi pendampingan karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung target nasional imunisasi.

"Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar cakupan imunisasi di Kabupaten Pekalongan tidak hanya meningkat secara angka. Akan tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....