Narkoba Kian Dekat, BNNP Jateng Minta Pelajar Lebih Waspada
- 20 Mei 2026 09:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini membuat generasi muda diminta lebih waspada terhadap berbagai modus penyalahgunaan zat berbahaya.
Katim Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jawa Tengah, Jamaluddin Ma’ruf, menjelaskan kelompok usia muda menjadi target paling rentan. Rentang usia 14 hingga 25 tahun disebut mengalami peningkatan penyalahgunaan narkoba cukup signifikan.
Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Rabu, 14 Mei 2026 pagi. Diskusi tersebut mengangkat kewaspadaan pelajar terhadap penyalahgunaan narkoba.
Menurut Jamaluddin, data nasional menunjukkan angka prevalensi pengguna narkoba terus meningkat sejak 2023. Jumlah pengguna bahkan mencapai lebih dari empat juta jiwa secara nasional.
“Yang paling banyak mengalami peningkatan itu usia remaja dan pelajar,” ujarnya. Kelompok tersebut dinilai rentan karena rasa penasaran yang tinggi.
Ia menjelaskan penyalahgunaan tidak selalu dimulai dari narkotika ilegal dengan harga mahal. Banyak pelajar justru memulai dari obat legal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Obat batuk, pereda nyeri, hingga beberapa obat medis sering disalahgunakan demi mencari sensasi mabuk. Harga murah membuat akses terhadap zat tersebut semakin mudah.
Jamaluddin menyebut penyalahgunaan obat legal dapat menjadi pintu masuk menuju narkotika lain yang lebih berbahaya. Kebiasaan tersebut membuat pengguna terus mencari sensasi baru yang lebih kuat.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua, guru, dan masyarakat dalam pencegahan narkoba. Lingkungan sekitar dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja.
Kepedulian dinilai penting untuk melindungi generasi muda. “Kalau ada hal mencurigakan, masyarakat harus berani peduli dan melapor,” katanya.
Selain itu, Jamaluddin mengingatkan apotek agar lebih waspada terhadap pembelian obat dalam jumlah tidak wajar. Penjualan obat secara berlebihan dapat membuka peluang penyalahgunaan.
Ia mencontohkan pembelian obat batuk hingga satu kardus setiap hari perlu dicurigai. Kondisi tersebut tidak sesuai dengan penggunaan normal untuk pengobatan biasa.
Menurutnya, pencegahan narkoba kini menjadi tantangan yang semakin kompleks. Produk narkotika modern dibuat semakin sulit dikenali oleh masyarakat umum.
Hal tersebut membuat pengawasan harus dilakukan lebih serius. “Sekarang bentuknya semakin halus dan tidak mudah dicurigai,” ujarnya.
Jamaluddin juga mengajak anak muda mengisi waktu dengan aktivitas positif agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif. Kesibukan dinilai dapat membantu menjaga pola pikir tetap sehat.
Ia berharap kesadaran tentang bahaya narkoba semakin meningkat di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, pencegahan sejak dini menjadi langkah paling penting menjaga masa depan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....