Kenali Tanda Hewan Ternak Terinfeksi PMK dan LSD

  • 20 Mei 2026 13:19 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) mengancam kesehatan ternak, terutama sapi. Kedua penyakit virus ini mudah menular dan dapat merugikan peternak jika tidak ditangani cepat.

Berdasarkan laman kemkes.go.id, Penyebab PMK adalah virus dari famili Picornaviridae, genus Aphthovirus. Hewan yang terinfeksi mengeluarkan banyak partikel virus sebelum tanda-tanda klinis muncul.

PMK ditandai dengan demam tinggi, keluarnya air liur berlebihan, dan luka di mulut hewan. Kuku hewan juga tampak lepuh, pincang, dan nafsu makan menurun drastis dalam waktu singkat.

Sementara, LSD atau penyakit kulit berbenjol menyerang sapi dengan ciri benjolan di kulit seluruh tubuh. Hewan yang terinfeksi LSD biasanya demam, malas makan, serta produksi susu menurun drastis.

Menurut Australia Indonesia Health Security Partnership, Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang, vaksinasi, dan membatasi mobilitas ternak. Hindari memasukkan hewan baru tanpa pemeriksaan kesehatan dari petugas dinas peternakan setempat terlebih dahulu.

Jika menemukan hewan sakit, pisahkan segera agar tidak menulari hewan sehat dalam satu kandang. Jangan abaikan perubahan kecil pada hewan ternak.

Hubungi petugas kesehatan hewan atau dinas peternakan untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis laboratorium. Meskipun tergolong penyakit akut dan mudah menyebar melalui kontak langsung dan udara ke sapi, penyakit ini dapat disembuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....