Duta GenRe Semarang: Kekerasan Seksual Verbal di Kampus Jangan Disepelekan

  • 14 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Duta Generasi Berencana(GenRe) Kota Semarang menyoroti maraknya kekerasan seksual verbal di lingkungan kampus yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, bentuk kekerasan nonfisik ini dinilai dapat meninggalkan dampak psikologis serius bagi korban.

Hal itu disampaikan Duta GenRe Kota Semarang 2025, Muhammad Asyieffa Maulana atau Alan dan Fat Maulana, dalam siaran Sore Ceria PRO2 RRI Semarang, Selasa, 12 Mei 2026. Keduanya menilai kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi masih menjadi persoalan berulang yang membutuhkan perhatian bersama.

Alan yang juga mahasiswa Psikologi ini menjelaskan, kekerasan seksual verbal dapat berupa komentar merendahkan, godaan berlebihan, hingga candaan seksual berulang yang ditujukan kepada korban tertentu. Menurutnya, tindakan tersebut sering kali tidak disadari sebagai bentuk kekerasan karena tidak melibatkan kontak fisik.

“Korban biasanya merasa kehilangan ruang aman. Pelaku memiliki posisi lebih tinggi di lingkungan akademik kampus tersebut,” ujar Alan.

Ia menambahkan, dampak kekerasan seksual verbal sering diremehkan masyarakat. Padahal, korban dapat mengalami tekanan psikologis, kecemasan, hingga terganggunya rasa aman selama menjalani aktivitas akademik.

“Dampak psikologisnya sering diremehkan karena masyarakat menganggap kekerasan verbal tidak melibatkan sentuhan fisik. Padahal efeknya nyata terhadap kesehatan mental korban,” ucapnya.

Sementara itu, Fat Maulana menilai perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual di kampus sering hanya muncul ketika kasus menjadi viral. Setelah itu, persoalan serupa kembali terulang tanpa penyelesaian yang memadai.

Menurut Fat, budaya victim blaming juga menjadi salah satu alasan korban memilih diam. Banyak korban khawatir dicap mencemarkan nama baik keluarga maupun institusi pendidikan, bahkan takut pelaporan memengaruhi nilai akademik, relasi sosial, hingga proses kelulusan.

Untuk mencegah kasus serupa, GenRe Kota Semarang terus mengedukasi remaja mengenai consent, batasan tubuh, serta pentingnya membangun relasi sehat melalui pendekatan teman sebaya. Di akhir siaran, mereka mengajak masyarakat menghentikan normalisasi candaan seksual agar kekerasan tidak terus berulang di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....