Vape Makin Stylish, BNN Ingatkan Modus Narkoba Baru

  • 13 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Penggunaan vape di kalangan remaja semakin meningkat dengan tampilan yang dianggap modern dan praktis. Namun, di balik bentuknya yang stylish, vape mulai dimanfaatkan sebagai media penyalahgunaan narkoba.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Provinsi Jawa Tengah, Chandra Eka Sariningsih, menilai tren ini perlu diwaspadai. Menurutnya, banyak remaja tertarik karena vape dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 7 Mei 2026 pagi. Diskusi tersebut mengangkat bahaya narkoba dengan bentuk yang semakin tersamarkan.

“Cara promosinya dibuat sehalus mungkin supaya remaja tertarik mencoba,” ujarnya. Vape juga dikemas dengan berbagai rasa dan desain kekinian.

Chandra menjelaskan jaringan narkoba kini mulai memanfaatkan cairan vape sebagai media baru penyalahgunaan narkotika. Bentuk cairan tersebut membuat narkoba lebih sulit dikenali masyarakat.

Ia menyebut jenis narkotika baru atau New Psychoactive Substances banyak berbentuk cairan kimia. Kondisi ini membuatnya mudah dicampurkan ke berbagai media, termasuk vape.

Menurut Chandra, BNN telah meneliti ratusan sampel vape dari berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya, puluhan sampel terindikasi mengandung zat narkotika berbahaya.

“Dari ratusan sampel vape, ada yang mengandung etomidate dan THC,” katanya. Zat tersebut termasuk golongan narkotika dengan pengawasan ketat.

Etomidate biasanya digunakan untuk kebutuhan pembiusan medis dalam kondisi tertentu. Sementara THC merupakan zat yang terkandung dalam ganja dan memicu efek halusinasi.

Chandra menjelaskan penggunaan zat tersebut dapat memicu ketergantungan hingga gangguan kejiwaan. Risiko meningkat ketika penggunaan dilakukan terus menerus dalam dosis tinggi.

Ia juga menyoroti cara penjualan produk ilegal yang semakin tersamarkan di marketplace. Penjual kerap menggunakan kode tertentu agar lolos dari sistem sensor platform digital.

Selain itu, vape dinilai menjadi pintu awal bagi remaja untuk mengenal zat adiktif. Nikotin dalam vape juga tetap memiliki dampak buruk bagi tubuh.

“Vape tanpa narkotika saja sebenarnya sudah berbahaya,” ujarnya. Apalagi jika cairannya sudah tercampur zat narkotika.

BNN Jawa Tengah kini membuka layanan konsultasi dan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Layanan tersebut dapat diakses melalui Klinik Enggal Waras BNNP Jawa Tengah.

Chandra mengajak generasi muda lebih kritis terhadap tren yang beredar di media sosial. Ia menegaskan tidak semua hal yang terlihat keren aman untuk dicoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....