Bayang-Bayang Pandemi Baru, Waspada Merebaknya Hantavirus

  • 12 Mei 2026 12:09 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Setelah pandemi Covid-19 berakhir pada beberapa tahun lalu, kini masyarakat mulai khawatir dengan merebaknya virus baru. Virus yang cukup cepat penyebarannya dan mulai merebak di Asia ini bernama Hantavirus.

Hantavirus merupakan jenis virus yang bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia utamanya menyerang paru-paru dan ginjal. Virus ini dikenal luas setelah munculnya kasus sindrom paru hantavirus di sejumlah Negara pada akhir abad ke-20.

Hantavirus disebabkan atau ditularkan oleh hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus mauun mencit liar. Virus ini bisa menular melalui urine, air liur, maupun kotoran hewan tersebut yang mencemari lingkungan di sekitar manusia.

Penularan hantavirus pada umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi kotoran maupun urine tikus yang mengering. Penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan langsung sengan benda tercemar lalu menyentuh hidung, mulut, dan juga mata.

Seseorang yang tertular hantavirus biasanya memperlihatkan gejala menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, maupun tubuh lemas. Pada kondisi yanh parah, penderita akan mengalami sesak napas serta gangguan fungsi ginjal yang memerlukan perawatan medis intensif.

Lingkungan yang kurang bersih serta banyak terdapat tikus menjadi factor resiko utama penyebaran hantavirus. Tempat seperti gudang, rumah kososng, area pertanian, serta tempat penyimpanan makanan yang tidak terjaga kebersihannya dan sering menjadi lokasi berkembangnya hewan pengerat pembawa virus.

Virus ini bisa dicegah dengan selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sarang tikus. Makanan lebih baik disimpan dengan wadah tertutup rapat serta rutin membuang sampah untuk mengurangi keberadaan hewan pengerat.

Ketika harus membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari paparan virus. Jika mengalami gejala setelah melakukan kontak dengan lingkungan yang banyak tikus, segera periksakan ke faskes agar bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....