Lepas dari Narkoba Tak Bisa Sendiri, Konselor Rumah Damai Ungkap Cara Awal Berhenti

  • 04 Mei 2026 11:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Keinginan berhenti dari narkoba sering muncul, tetapi banyak orang bingung harus memulai dari mana. Kondisi ini membuat banyak pengguna terjebak dalam lingkaran kecanduan.

Konselor dari Yayasan Rumah Damai Semarang, Jeremia Siahaan, menjelaskan pecandu tidak bisa pulih sendirian. Ia menilai peran pendamping sangat penting dalam proses pemulihan.

Langkah awal berhenti dari narkoba tidak cukup hanya dengan niat. Dibutuhkan dukungan lingkungan dan pendampingan yang tepat agar proses pemulihan berjalan efektif.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 30 April 2026 pagi. Diskusi tersebut mengangkat langkah awal berhenti dari narkoba.

“Kita tidak bisa keluar dari zona itu sendirian, pasti butuh yang namanya rangkulan,” ujarnya. Dukungan ini membantu menghadapi godaan yang terus muncul.

Menurut Jeremia, langkah awal yang harus dilakukan adalah berdamai dengan masalah pribadi. Banyak pengguna narkoba memiliki luka atau tekanan yang belum terselesaikan.

Ia menyebut narkoba sering menjadi pelampiasan karena tidak adanya tempat bercerita. Kondisi ini membuat seseorang mencari pelarian yang salah.

Jeremia menyarankan pengguna mulai mencari bantuan profesional atau mentor terpercaya. Konsultasi dapat dilakukan di lembaga seperti Rumah Damai atau BNN.

Ia menegaskan layanan konsultasi tersedia secara gratis dan aman bagi pengguna. Hal ini penting agar mereka tidak takut untuk mencari bantuan.

“Teman-teman bisa datang tanpa malu, karena tujuannya untuk membantu,” katanya. Ia mengajak pengguna berani mengambil langkah pertama.

Selain itu, lingkungan juga berperan besar dalam proses pemulihan. Lingkungan yang salah dapat membuat seseorang kembali terjerumus.

Jeremia mengingatkan pentingnya memilih circle yang sehat dan suportif. Dukungan emosional menjadi kunci untuk menjaga konsistensi perubahan.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian sederhana dari keluarga, seperti bertanya kabar dapat mencegah anak mencari pelarian. “Kadang yang dibutuhkan hanya perhatian sederhana seperti ditanya apa kabar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....