Mengenal Kencana Ungu, Tanaman Permainan Masa Kecil hingga Herbal Berkhasiat

  • 27 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tanaman kencana ungu atau Ruellia tuberosa dikenal luas sebagai tumbuhan liar yang memiliki nilai budaya sekaligus manfaat kesehatan. Dikutip dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, tanaman ini dahulu sering digunakan anak-anak sebagai mainan tradisional di berbagai daerah Indonesia.

Anak-anak biasanya memainkan buah kencana ungu dengan cara memasukkannya ke dalam air hingga menghasilkan bunyi letupan kecil. Selain itu, daun tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam permainan tradisional masa kecil.

Selain nilai budaya, kencana ungu juga dikenal sebagai tanaman herbal yang dapat diolah dengan cara sederhana oleh masyarakat. Kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh manusia.

Akar dan bunga kencana ungu diketahui memiliki sifat antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya di lingkungan. Bahkan, bunga tanaman ini disebut memiliki aktivitas antibakteri paling tinggi dibandingkan bagian tanaman lainnya secara alami.

Ekstrak daun kencana ungu mengandung senyawa kuersetin yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker berdasarkan hasil penelitian laboratorium. Tanaman ini juga memiliki aktivitas antijamur yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan seperti sabun cair herbal.

Bagian tanaman seperti daun, batang, akar, dan bunga dapat direbus untuk membantu meredakan alergi kulit pada masyarakat. Air rebusan tersebut dapat diminum atau digunakan mandi untuk mengurangi gatal serta menjaga kesehatan kulit tubuh.

Menurut Universitas PGRI Palembang, ekstrak daun kencana ungu memiliki zat antidiabetik yang berfungsi menghambat enzim amilase pada penderita diabetes. Penelitian juga menunjukkan adanya senyawa polifenol yang dapat merangsang perbaikan sel beta pankreas.

Meski memiliki banyak manfaat, penggunaan kencana ungu sebagai obat herbal tetap memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan penggunaannya. Penggunaan yang tepat dan terukur penting agar manfaat tanaman ini dapat dirasakan optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....