Masif di Media Sosial, Promosi Vape Perlu Pengawasan Serius
- 16 Apr 2026 21:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Promosi produk rokok elektrik atau vape di media sosial kini tumbuh sangat pesat dan masif. Berbagai konten kreatif dengan visual menarik terus bermunculan, menjadikan vape seolah bagian dari gaya hidup modern yang mudah diterima, terutama oleh generasi muda.
Strategi pemasaran yang digunakan kerap menonjolkan sisi estetika, pilihan rasa yang beragam, serta kesan praktis dan “lebih aman” dibanding rokok konvensional. Narasi ini secara tidak langsung membentuk persepsi publik bahwa vape merupakan alternatif yang tidak berbahaya.
Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan sebaliknya. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal World Health Organization menyebutkan bahwa rokok elektrik tetap mengandung nikotin serta zat kimia berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan paru-paru dan sistem kardiovaskular.
Temuan serupa juga diungkap dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan Centers for Disease Control and Prevention, yang mencatat adanya kasus cedera paru terkait penggunaan rokok elektrik (EVALI). Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa penggunaan vape bukan tanpa risiko, terutama dalam jangka panjang.
Kekhawatiran terbesar muncul karena promosi vape sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Data Global Youth Tobacco Survey menunjukkan bahwa paparan iklan produk tembakau dan rokok elektronik di kalangan remaja masih tinggi, termasuk melalui platform digital.
Kelompok usia muda menjadi sangat rentan karena masih berada dalam tahap perkembangan, baik secara fisik maupun psikologis. Paparan berulang terhadap konten promosi dapat mendorong rasa ingin tahu hingga berujung pada kebiasaan penggunaan dan ketergantungan nikotin.
Di sisi lain, regulasi terkait promosi vape di ruang digital dinilai belum cukup kuat. Celah dalam pengawasan membuat berbagai bentuk iklan terselubung tetap dapat beredar luas, bahkan kerap melibatkan influencer atau konten kreator tanpa batasan yang jelas.
Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Penguatan regulasi serta pengawasan terhadap konten digital menjadi langkah penting untuk menekan laju promosi yang tidak terkendali.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga perlu digencarkan agar publik memahami fakta di balik tren vape yang berkembang. Informasi yang berbasis data ilmiah harus diperkuat untuk menyeimbangkan arus promosi yang begitu masif.
Upaya pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk melindungi generasi muda dari risiko kesehatan yang lebih besar di masa depan. Tanpa langkah konkret, promosi yang terus berkembang dikhawatirkan akan mengaburkan bahaya nyata di balik popularitas vape.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....