Campak Lebih Menular dari Covid-19, Dinkes Jateng Terapkan 6 Langkah Penanganan
- 03 Apr 2026 04:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menerapkan 6 langkah penanganan untuk mewaspadai penyebaran campak yang dinilai lebih menular dibandingkan Covid-19. Tingginya tingkat penularan ini menjadi perhatian serius seiring meningkatnya kasus di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, mengungkapkan hingga 31 Maret 2026 tercatat sebanyak 1.797 kasus suspek campak di Jawa Tengah. Jumlah tersebut tersebar di 30 kabupaten/kota.
“Dari jumlah tersebut, ada 144 kasus yang terkonfirmasi campak dan 18 kasus rubella. Bahkan terdapat lima daerah yang mengalami peningkatan dan mengarah pada kejadian luar biasa,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu,1 April 2026.
Ia menambahkan, tingkat penularan campak jauh lebih tinggi dibandingkan Covid-19. “Kalau Covid-19 menularkan sekitar lima orang, campak bisa sampai 18 orang,” kata Heri. Kondisi ini membuat penyebaran penyakit menjadi sangat cepat, terutama pada kelompok rentan.
Selain mudah menular, campak juga berisiko menimbulkan komplikasi serius. Heri menyebut, penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, infeksi telinga, radang otak, hingga gangguan pencernaan.
“Komplikasi seperti pneumonia bisa berakibat fatal, terutama pada anak-anak. Bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.
Untuk menekan penyebaran, Dinkes Jateng telah melakukan enam langkah penanganan. Pertama, yakni melakukan investigasi epidemiologi dan pelacakan kontak erat untuk menemukan kasus tambahan di lingkungan sekitar pasien.
Kedua, pengambilan sampel pasien untuk memastikan diagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Ketiga, penanganan kasus melalui isolasi pasien selama minimal tujuh hari sejak munculnya ruam, serta pemberian vitamin A dan terapi sesuai kondisi medis.
Langkah berikutnya adalah pelaporan kasus dalam waktu 24 jam, dan pemantauan cakupan imunisasi. Yang terakhir, yakni upaya pencegahan drop out imunisasi dengan memastikan seluruh sasaran mendapatkan vaksin secara lengkap.
“Semua langkah ini kami lakukan untuk memutus rantai penularan. Kunci utamanya tetap pada imunisasi dan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Heri.
Ia mengimbau masyarakat segera melapor ke fasilitas kesehatan jika menemukan gejala campak agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. “Kalau ada tetangga atau keluarga ada gejala campak, maka segera saja dilaporkan ke Puskesmas terdekat, nanti dari petugas akan segera melakukan investigasi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....