Trauma Healing, Kunci Pulihkan Psikis Korban Bencana
- 31 Mar 2026 22:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bencana alam tak hanya mendatangkan kerugian materiil saja, namun tekanan psikologis para korban bencana alam kadang luput dari pandangan. Pemulihan kondisi psikis pasca bencana atau trauma healing perlu dilakukan agar semangat hidup para korban kembali bangkit.
Trauma healing diartikan sebagai proses pemulihan kondisi psikologis seseorang setelah mengalami satu peristiwa yang mengguncang seperti bencana alam. Langkah ini diperlukan agar individu terkait bisa kembali menjalani hidup secara normal.
Setelah bencana, banyak korban yang biasanya mengalami stress, kecemasan, atau bahkan gangguan emosional yang mendalam. Jika kondisi ini tidak segera ditangani akan berakibat menjadi gangguan mental jangka panjang.
Langkah trauma healing akan membantu korban untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman yang dialami. Dengan memberi pemahaman yang tepat, mereka akan memahami dan menerima kejadian yang telah terjadi.
Selain itu, pendampingan psikologis dalam trauma healing juga dapat memperkuat ketahanan mental korban. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan hidup setelah bencana terjadi.
Kegiatan trauma healing umumnya sering melibatkan aktivitas kelompok yang membangun rasa kebersamaan. Interaksi sosial penting untuk mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan dukungan emosional satu sama lain.
Yang perlu diperhatikan, bahwa anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap trauma pasca bencana. Sehingga, pendekatan khusus yang sesuai dengan usia mereka sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan pascabencana.
Dengan adanya langkah trauma healing yang efektif, proses pemulihan mental masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh. Proses ini pun memerlukan bantuan menyeluruh baik dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan relawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....