Campak Masih Mengintai: Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya sejak Dini
- 31 Mar 2026 05:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Penyakit campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski vaksin telah tersedia selama puluhan tahun dan terbukti efektif, penyakit ini belum sepenuhnya hilang.
Menurut laporan World Health Organization, campak tetap menjadi penyebab utama kematian pada anak yang dapat dicegah dengan vaksin, serta berpotensi menimbulkan wabah jika cakupan imunisasi menurun. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet juga mencatat bahwa penurunan imunisasi global berkontribusi pada meningkatnya kembali kasus campak di berbagai negara.
Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles dan dapat menyerang semua kelompok usia, termasuk orang dewasa. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit anak-anak, infeksi pada orang dewasa justru berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Secara klinis, gejala campak biasanya muncul 10–14 hari setelah paparan virus. Gejala awal meliputi demam tinggi, batuk kering, pilek, serta konjungtivitis atau iritasi pada mata. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai flu biasa pada tahap awal.
Beberapa hari kemudian, muncul ruam merah khas yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya bertahan selama lima hingga enam hari sebelum berangsur menghilang seiring membaiknya kondisi pasien.
Penelitian dalam jurnal Clinical Microbiology Reviews menyebutkan bahwa komplikasi campak pada orang dewasa dapat mencakup pneumonia, ensefalitis, infeksi telinga, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus tertentu, komplikasi ini dapat mengancam jiwa atau menyebabkan dampak jangka panjang.
Diagnosis campak dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat paparan, serta konfirmasi laboratorium untuk mendeteksi virus atau antibodi dalam darah. Hingga saat ini belum ada terapi antivirus spesifik untuk campak, sehingga pengobatan difokuskan pada penanganan gejala dan pencegahan komplikasi, seperti pemberian cairan, nutrisi yang cukup, serta obat penurun demam.
Pencegahan paling efektif terhadap campak adalah melalui vaksinasi. Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention, vaksin campak memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah infeksi dan menekan risiko penyebaran. Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi atau tidak memiliki riwayat infeksi disarankan untuk melakukan pemeriksaan antibodi dan melengkapi imunisasi.
Selain itu, individu yang terinfeksi campak perlu menjalani isolasi untuk mencegah penularan, terutama kepada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Penanganan medis sedini mungkin juga sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....