Tren Healing My Inner Child di Kalangan Gen Z
- 25 Mar 2026 17:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Istilah healing my inner child belakangan ramai diperbincangkan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z. Fenomena ini mencerminkan kebutuhan untuk memahami dan menyembuhkan luka emosional yang berasal dari masa kecil.
Pandangan tersebut disampaikan Teresia Hening atau akrab disapa Naning, lulusan S1 Psikologi Universitas Diponegoro yang kini berprofesi sebagai guru TK di TK PL Bernardus. Naning juga aktif sebagai freelancer di Orama Psikologi dalam bidang training dan testing psikotes.
“Yang sebenarnya dicari Gen Z saat bicara healing inner child adalah rasa aman secara emosional yang mungkin belum mereka dapatkan di masa kecil,” ujar Naning di Sore Ceria PRO2 FM RRI Semarang. Rabu, 25 Maret 2026. Ia menilai kebutuhan tersebut berkaitan erat dengan pengalaman tumbuh kembang individu.
Sebagai lulusan psikologi, Naning memahami bahwa perkembangan anak mencakup aspek kognitif, emosional, dan motorik yang saling berkaitan. Hal ini membuatnya mampu melihat perilaku anak tidak sekadar label nakal atau pendiam, tetapi sesuai tahap perkembangan.
“Anak yang tantrum atau sulit berbagi bukan berarti bermasalah, tetapi bisa jadi sedang berada di fase perkembangan tertentu,” jelasnya. Pendekatan ini dinilai penting agar anak mendapatkan respons yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
Naning juga menekankan pentingnya pendekatan tanpa kekerasan dalam membentuk perilaku anak. Ia menerapkan metode positive reinforcement seperti pujian atau penghargaan untuk membantu anak belajar mengontrol emosi secara sehat.
“Lingkungan yang aman secara emosional akan membentuk anak yang percaya diri dan tangguh di masa depan,” katanya. Ia menyebut konsep psychological safety menjadi kunci dalam membangun kesehatan mental sejak usia dini.
Pengalamannya di bidang psikologi juga membuat Naning kerap menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua. Ia membantu memberikan edukasi parenting berbasis ilmiah agar orang tua lebih memahami kondisi mental anak di rumah.
Menurutnya, fondasi karakter yang dibentuk sejak usia dini akan berpengaruh hingga dewasa. Hal ini bahkan dapat terlihat dalam hasil psikotes dan performa seseorang di dunia kerja nantinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....