Terapi BMMNCs Autologus, Solusi Baru Kesembuhan Penyakit Kronis Tanpa Obat

  • 25 Mar 2026 09:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, semarang - Dunia kedokteran terus berkembang dalam mencari metode penyembuhan penyakit kronis yang selama ini bergantung pada obat-obatan kimia. Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian adalah terapi Bone Marrow Mononuclear Cells (BMMNCs) autologus, yaitu manipulasi sel mononuklear segar dari sumsum tulang pasien sendiri.

Selama ini, manajemen penyakit konvensional seringkali membuat pasien harus mengonsumsi obat seumur hidup. Kondisi ini terlihat pada pasien hipertensi yang tekanan darahnya tetap bergantung pada zat kimia, atau pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa terus-menerus, yang menandakan organ tersebut belum benar-benar berfungsi kembali.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Digital Terintegrasi Indonesia (PREDIGTI) sekaligus Direktur RSI Sultan Agung, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., memberikan pandangan mendalam dari sisi bedah. Ia menegaskan tubuh pasien sebenarnya merupakan sumber penyembuhan terbaik melalui konsep Autograft atau penggunaan jaringan sendiri.

“Metode Skin Graft, Bone and Cartilage Graft dan Fat Graft terbukti paling berhasil. Maka untuk memperbaiki organ vital seperti otak dan ginjal, sel mononuklear autologus adalah usaha medis yang paling logis dan presisi,” ungkap dr. Agus dalam rilis Rabu 25 Maret 2026.

Menurut dr. Agus, kemajuan teknologi biologis saat ini memungkinkan adanya intervensi yang lebih dalam. Penggunaan C-X-C Chemokine Receptor Type 4 (CXCR4) dan Mitochondria-Injected Cell Energy (MICE) memastikan terapi ini tidak hanya sekadar memindahkan sel dari satu titik ke titik lain

“ Sel segar dengan antena CXCR4 yang tajam akan menangkap sinyal ini dan bergerak lurus menuju lokasi kerusakan (Fenomena Homing). Tanpa antena yang kuat, sel akan tersesat di paru-paru dan terapi menjadi tidak efektif,” terangnya

Selain faktor akurasi pergerakan sel, aspek energi seluler juga menjadi kunci utama dalam proses pemulihan organ. Mekanisme MICE berperan penting dalam memberikan dorongan energi langsung pada sel-sel tubuh yang selama ini mengalami penurunan fungsi atau mengalami kerusakan permanen.

“MICE merupakan mekanisme di mana sel mononuklear menyuntikkan mitokondria (pembangkit listrik) segar ke sel-sel organ tubuh yang 'mati suri' untuk memicu Re-Registrasi Seluler,” ujarnya

Ia juga menegaskan, berdasarkan bukti jurnal klinis global, metode medis presisi ini menjadi langkah nyata untuk mengembalikan fungsi organ. Terapi ini diharapkan dapat mengurangi beban pasien yang selama ini terjebak dalam siklus pengobatan repetitif dan suntikan berulang tanpa adanya kesembuhan yang permanen.

“Sebagai klinisi, kami tidak menjanjikan kesembuhan mutlak. Kami hanya melakukan ikhtiar medis terbaik yang tersedia di peradaban manusia saat ini,” ucapnya.

Agus percaya bahwa kedokteran adalah sarana, namun kesembuhan sejati hanyalah milik Allah SWT. Pihaknya hanya menyiapkan benih (sel mononuklear) yang terbaik, memperbaiki jalur irigasinya (pembuluh darah), dan memastikan "tanahnya" (organ) siap menerima perbaikan.

“ Mari menjemput kesembuhan dengan ikhtiar yang paling mutakhir. Dengan teknologi CXCR4 dan energi MICE, kita berusaha maksimal, dan biarlah hasil akhirnya menjadi rahasia indah dari Sang Penyembuh,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....