Campak Mengintai di Balik Silaturahmi Lebaran, Dinkes Pati Ingatkan Kewaspadaan
- 20 Mar 2026 12:22 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Campak Mengintai di Balik Silaturahmi Lebaran
RRI.CO.ID, Pati — Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Pati mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang Lebaran 2026. Imbauan ini menyoroti kebiasaan kontak langsung, seperti mencium balita saat silaturahmi, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.
Berdasarkan data Januari hingga Maret 2026, tercatat enam kasus campak terjadi di wilayah Pati. Kasus tersebut tersebar di Kecamatan Tayu sebanyak empat orang serta masing-masing satu kasus di Sukolilo dan Tambakromo.
Merebaknya kembali penyakit campak dipicu menurunnya cakupan imunisasi anak selama pandemi COVID-19. Kondisi ini menyebabkan banyak anak belum mendapatkan imunisasi sehingga rentan tertular virus.
Campak umumnya ditandai dengan gejala demam, batuk, pilek, serta munculnya ruam pada kulit. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa dengan tingkat risiko yang berbeda.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Ia juga meminta orang tua melengkapi imunisasi anak secara berkala.
Selain itu, masyarakat diimbau menghindari mencium balita saat Lebaran. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi yang mengalami gejala penyakit menular.
“Campak merupakan penyakit serius, namun dapat dicegah melalui imunisasi sehingga masyarakat harus aktif melindungi anak dengan langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya, Jumat, 20 Maret 2026.
Salis menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam memutus rantai penularan penyakit. Upaya ini dilakukan dengan menjaga kesehatan anak dan lingkungan secara bersama-sama.
Salah seorang warga Pati, Fira, mengaku kini lebih memahami risiko penularan campak. Ia mendapatkan informasi tersebut dari petugas kesehatan di wilayahnya.
Menurutnya, edukasi tersebut membuat dirinya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan anak, terutama saat momen silaturahmi Lebaran. Ia kini lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit.
“Awalnya saya tidak tahu. Sekarang jadi lebih waspada dan berusaha menjaga anak agar tidak mudah tertular campak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....