Pentingkah Mengontrol Tensi saat Puasa?
- 24 Feb 2026 12:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tekanan darah atau tensi berfungsi sebagai indikator utama untuk mengukur kekuatan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Melalui pemeriksaan tensi, kita dapat mendeteksi secara dini risiko gangguan kesehatan seperti hipertensi maupun hipotensi yang sering kali tidak bergejala.
Saat berpuasa, memantau tensi menjadi sangat krusial karena pola makan dan aktivitas fisik mengalami perubahan drastis selama belasan jam. Stabilitas tekanan darah memastikan organ-organ vital tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup meskipun tubuh sedang kekurangan asupan cairan.
Kondisi dehidrasi selama puasa dapat memicu penurunan volume darah yang berpotensi menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak. Jika tensi terlalu rendah, seseorang akan merasa pusing, lemas, bahkan berisiko pingsan saat sedang menjalankan aktivitas harian.
Di sisi lain, bagi penderita hipertensi, perubahan jadwal minum obat selama bulan Ramadan memerlukan pengawasan tensi yang lebih ketat agar tidak terjadi lonjakan. Tekanan darah yang tidak terkontrol saat berpuasa dapat meningkatkan beban kerja jantung secara berlebihan dan membahayakan keselamatan jiwa.
Pengecekan tensi secara rutin memberikan data yang akurat bagi seseorang untuk menentukan apakah ia sanggup melanjutkan puasa atau harus segera membatalkannya demi medis. Kesadaran akan angka tekanan darah membantu kita mengatur porsi nutrisi dan waktu istirahat secara lebih bijaksana selama sebulan penuh.
Menjaga tensi tetap normal bukan sekadar rutinitas medis, melainkan bentuk ikhtiar agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan tubuh yang bugar. Dengan kondisi fisik yang stabil, fokus dan kekhusyukan dalam beribadah tentu akan lebih mudah dicapai tanpa kendala kesehatan yang berarti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....