Apa itu "Man Flu" ?
- 24 Feb 2026 07:57 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Banyak pria terlihat kuat saat terluka, berdarah, atau cedera namun tetap mampu beraktivitas normal. Tetapi ketika demam menyerang tubuh, mereka sering merasa sangat lemah, bahkan seperti hampir meninggal.
Saat cedera fisik terjadi, tubuh memproduksi hormon adrenalin yang menekan rasa sakit sementara waktu. Cara kerja ini memungkinkan pria tetap bergerak aktif meski mengalami luka, goresan, atau cedera.
Demam berbeda karena bukan sekadar rasa sakit lokal, melainkan reaksi sistemik melibatkan seluruh tubuh. Suhu meningkat, otot melemah, kepala berat, energi menurun, sehingga aktivitas terasa sangat sulit dilakukan.
Penelitian menunjukkan sistem kekebalan tubuh wanita lebih cepat dan kuat dalam melawan infeksi. Hal ini membuat gejala demam terasa lebih ringan, sehingga pemulihan berlangsung lebih singkat dibanding pria.
Sebaliknya, sistem imun pria cenderung lebih lambat merespons serangan virus maupun bakteri. Akibatnya, gejala seperti demam, pegal, dan kelelahan terasa lebih berat serta berlangsung lama.
Fenomena ini dikenal sebagai man flu, di mana pria tampak lebih menderita saat demam. Kondisi tersebut bukan berarti pria lemah, melainkan perbedaan biologis dalam mekanisme pertahanan tubuh.
Jadi, anggapan pria lebay saat demam perlu dilihat dari sudut pandang ilmiah. Tubuh pria dan wanita bekerja berbeda, sehingga keduanya memiliki cara unik menghadapi rasa sakit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....