Leptospirosis Landa Pati Pascabanjir, 4 Orang Meninggal Dunia

  • 02 Feb 2026 12:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pati - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan temuan 35 kasus Leptospirosis yang muncul pascabanjir awal tahun 2026. Dari puluhan kasus tersebut, empat pasien dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pati, Yanti, menyampaikan, kejadian ini menyebar di tujuh kecamatan terdampak banjir. Wilayah dengan catatan kasus terbanyak berada di Kecamatan Juwana, Jaken, dan Margoyoso, yang didominasi  kelompok lanjut usia.

"Bakteri Leptospira dari urine hewan pengerat mengkontaminasi lingkungan selama dan setelah banjir berlangsung. Bakteri ini dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan dalam genangan air dan tanah basah," ujar Yanti dalam keterangannya, Senin 2 Februari 2026.

Ia mengungkapkan, timnya telah melakukan respons cepat dengan penyemprotan disinfektan ramah lingkungan menggunakan deterjen pada genangan air pascabanjir. Hal ini bertujuan untuk membunuh bakteri Leptospira. 

Menurutnya, penyakit Leptospirosis umumnya menunjukkan gejala awal berupa demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri pada otot betis, serta mata memerah. Jika tidak segera ditangani, gejala berat dapat berkembang menjadi penyakit kuning hingga gagal ginjal akut yang berakibat fatal.

Untuk itu, Ia  menekankan pentingnya pencegahan dini dan penggunaan alat pelindung diri. "Penyakit ini dapat dicegah dengan penanganan sejak dini melalui pemberian antibiotik dari fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.

Selain penanganan medis, masyarakat diimbau untuk disiplin menjaga kebersihan diri. Di antaranya dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menutup luka terbuka saat bersentuhan dengan air banjir, serta memastikan makanan tertutup dapat memutus rantai penularan.

Dinas Kesehatan Pati akan memperkuat surveilans dan edukasi publik untuk mengendalikan wabah Leptospirosis. Upaya pencegahan kolektif menjadi kunci utama menekan penyebaran penyakit menular ini.(APB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....