Cegah Kanker Serviks, Dinkes Jateng Targetkan Sejuta Vaksin HPV
- 31 Jan 2026 19:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Upaya pencegahan kanker leher rahim terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program sejuta vaksin Human Papillomavirus (HPV). Program ini digencarkan melalui kegiatan vaksinasi yang menyasar masyarakat luas.
Dinas Kesehatan(Dinkes) Jawa Tengah kembali menggelar vaksinasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Jawa Tengah, Heri Purnomo, menjelaskan vaksinasi kali ini merupakan lanjutan peringatan Hari Korpri. Dosis pertama telah diberikan pada 28 November lalu.
“Hari ini merupakan tindak lanjut untuk pemberian dosis kedua, sekaligus dibuka bagi peserta baru yang belum sempat mengikuti vaksinasi sebelumnya,” ujarnya.
Awalnya, vaksinasi HPV hanya diperuntukkan bagi anggota Korpri. Namun tingginya antusiasme membuat program diperluas untuk masyarakat umum.
“Tapi ada peningkatan kasus sehingga arahnya ke sana untuk mencegah peningkatan kanker daerah ini. Awalnya sebenarnya untuk untuk korpri ya, tetapi kemudian kita perluas untuk semua masyarakat,” ujarnya.
Heri menyebutkan jumlah peserta vaksinasi hari ini mencapai 682 orang. Peserta terdiri dari penerima dosis pertama maupun dosis kedua.
Ia menegaskan, vaksinasi HPV menjadi langkah penting untuk menekan peningkatan kanker leher rahim di Jawa Tengah. Pencegahan dinilai lebih efektif dibanding penanganan saat penyakit berkembang.
Dalam jangka panjang, Dinkes Jawa Tengah menargetkan program sejuta vaksin HPV. Program tersebut menjadi bagian strategi pencegahan kanker serviks secara berkelanjutan.
Pemberian dosis lanjutan bagi peserta dosis pertama hari ini dijadwalkan kembali pada April mendatang. Vaksinasi juga akan terus dibuka untuk masyarakat umum.
Dalam kegiatan ini, Dinkes Jawa Tengah mengakui masih adanya kendala pada antrean pelaksanaan vaksinasi. Evaluasi akan dilakukan dengan penambahan petugas agar pelayanan lebih tertib dan nyaman.
Salah satu peserta, Inda, mengaku mengikuti vaksinasi karena menyadari pentingnya perlindungan sejak dini. Menurutnya, kanker serviks merupakan penyakit berisiko tinggi.
“Saya ikut vaksin HPV ini karena menurut saya vaksin ini penting untuk pencegahan kanker serviks. Kanker serviks itu termasuk salah satu kanker yang tidak bisa disembuhkan dan memiliki tingkat mortalitas yang sangat tinggi, ya,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....