Imunisasi Varicella Efektif Cegah Herpes Zoster
- 24 Jan 2026 09:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa imunisasi varicella menjadi langkah paling efektif untuk mencegah herpes zoster di kemudian hari. Hal tersebut disampaikan dalam seminar media IDAI yang membahas hubungan antara cacar air (varicella) dan herpes zoster sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus yang sama.
Ketua Umum IDAI, Prof. Dr. Piprim B. Yanuarso, Sp.A(K), menjelaskan, varicella merupakan infeksi primer akibat Varicella Zoster Virus (VZV). Setelah seseorang terinfeksi, virus tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan menetap dalam kondisi dorman di sistem saraf.
“Pada saat daya tahan tubuh menurun, terutama di usia lanjut, virus yang dorman ini dapat aktif kembali dan muncul sebagai herpes zoster. Karena itu, pencegahan sejak usia anak menjadi sangat penting,” ujar Piprim, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menekankan, imunisasi varicella sesuai rekomendasi IDAI dapat mencegah infeksi primer sekaligus menurunkan risiko reaktivasi virus di masa depan. Imunisasi varicella dianjurkan mulai usia satu tahun dan diberikan sebanyak dua dosis, dengan tingkat perlindungan mencapai sekitar 99 persen.
“Imunisasi varicella tidak hanya melindungi anak dari cacar air, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang dalam menurunkan kejadian herpes zoster saat dewasa,” jelasnya.
IDAI juga menyoroti masih adanya anggapan keliru di masyarakat yang sengaja membiarkan anak tertular cacar air agar kebal. Menurut Prof. Piprim, cara tersebut justru meningkatkan risiko herpes zoster di kemudian hari.
“Vaksinasi adalah cara paling aman untuk membentuk kekebalan tanpa harus menyimpan virus aktif di dalam tubuh,” tegasnya.
Melalui seminar ini, IDAI mengimbau orang tua untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi varicella lengkap sesuai jadwal. Dengan imunisasi, risiko cacar air, komplikasi berat, serta herpes zoster di masa depan dapat ditekan secara signifikan.
“Pencegahan herpes zoster dimulai sejak anak-anak. Imunisasi varicella adalah investasi kesehatan jangka panjang,” pungkas Prof. Piprim.
Menambahkan, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Ratni Indrawanti, menambahkan bahwa varicella merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Satu anak yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ini kepada 8 hingga 12 anak lain, terutama dalam lingkungan dengan kontak erat seperti rumah, sekolah, atau tempat penitipan anak.
“Tanpa imunisasi, hampir semua orang berisiko terinfeksi varicella. Padahal infeksi alami justru membuat virus menetap di tubuh dan berpotensi muncul kembali sebagai herpes zoster,” ungkap Ratni.
Secara epidemiologi, vaksinasi varicella terbukti menurunkan angka kejadian penyakit secara signifikan. Sebelum vaksin digunakan secara luas, jutaan kasus varicella terjadi setiap tahun dengan komplikasi serius seperti infeksi kulit, pneumonia, hingga radang otak. Setelah vaksinasi diterapkan, kasus varicella dan komplikasinya menurun lebih dari 90 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....