Praktisi Desak Pemerintah Percepat Regulasi Teknologi Kesehatan
- 23 Jan 2026 11:09 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Praktisi kesehatan sekaligus Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr Agus Ujianto mendesak pemerintah untuk segera melakukan harmonisasi dan percepatan regulasi teknologi kesehatan, khususnya di bidang terapi seluler dan regeneratif. Hal itu demi masa depan perkembangan dunia kedokteran di Indonesia.
Menurut Agus, Indonesia tidak perlu lagi mempersulit prosedur yang secara global sudah terbukti aman dan efektif. Prosedur yang telah diteraan di berbagai negara maju, telah membawa dampak positif terhadap dunia kedokteran.
"Kita berharap pemerintah segera menyosialisasikan regulasi yang adaptif. Apa yang sudah dilakukan di luar negeri, jika prosedurnya terbukti aman (safe) dan memberikan manfaat nyata (beneficial), seharusnya tidak perlu lagi dipersulit di Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menyoroti, banyaknya pasien Indonesia yang harus pergi berobat ke luar negeri untuk mendapatkan terapi yang sebenarnya secara kompetensi bisa dilakukan oleh putra-putri bangsa sendiri. “Penyetaraan teknologi kesehatan mutakhir adalah kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.
Agus memperkenalkan konsep filosofis medis yang mendalam dimana manusia bukan sekadar mesin biologis yang statis, melainkan sebuah "Entitas Terbuka". “Sehingga metode penyembuhan pasien tidak hanya melalui obat-obatan, akan tetapi bisa melalui pendekatan inovatif medis,” ujarnya.
"Tubuh manusia adalah entitas terbuka yang dinamis. Ke depannya, kesembuhan tidak lagi dipaksakan dari luar dengan obat-obatan kimia semata, tetapi melalui pendekatan Precision Medicine yang mendengarkan bahasa tubuh itu sendiri," tuturnya.
Menurutnya, regulasi yang mempermudah adopsi teknologi induced Pluripotent Stem Cells (iPCS), terapi Fresh Cocktail autologus, hingga teknik intratekal dan endovaskuler dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. "Penyakit degeneratif, stroke, hingga trauma spinal bukan lagi akhir segalanya jika kita diizinkan menggunakan 'senjata' tercanggih yang sudah ada di dunia,” ucapnya.
“Dokter kita mampu, fasilitas kita di RSI Sultan Agung siap. Semua ada di tangan regulator untuk membuka jalan tol bagi kesembuhan rakyat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....