Mengupas Avoidant: Antara Rindu Kedekatan dan Takut Penolakan

  • 22 Sep 2025 08:03 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Avoidant adalah istilah psikologis yang menggambarkan kecenderungan menghindari keterlibatan sosial mendalam karena rasa cemas berlebihan. Individu dengan sifat ini sering takut ditolak atau dikritik dalam hubungan sehari-hari.

Kepribadian avoidant sering dikaitkan dengan Avoidant Personality Disorder (AVPD), salah satu bentuk gangguan kepribadian dalam psikologi klinis. Kondisi ini memengaruhi cara berpikir, merasa, serta berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Ciri yang menonjol meliputi menarik diri dari situasi sosial, rendah diri, serta sensitif terhadap kritik. Meski mendambakan hubungan bermakna, mereka justru kesulitan menjalin kedekatan karena takut gagal atau ditolak.

Fakta uniknya, individu avoidant cenderung memiliki empati tinggi dan kemampuan observasi tajam. Namun, hambatan emosional membuat mereka lebih memilih diam dibanding mengungkapkan perasaan atau pendapat secara terbuka.

Contoh nyata di kantor, karyawan avoidant sering menahan ide bagus karena takut salah bicara. Dalam pertemanan, mereka kerap menolak ajakan berkumpul meski sebenarnya ingin dekat dengan orang lain.

Dalam hubungan romantis, individu avoidant bisa menyukai seseorang tetapi memilih menjauh daripada mengungkapkan perasaan. Bahkan dalam aktivitas sosial, mereka cenderung menghindari pesta karena khawatir menjadi pusat perhatian.

Meski begitu, dengan terapi kognitif-perilaku dan dukungan lingkungan, individu avoidant dapat belajar membangun kepercayaan diri. Proses ini membantu mereka menghadapi ketakutan sosial dan menjalin hubungan yang lebih sehat. (Michelle Sabda)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....