Mengenal Jenis Narsisitik dan Cara Pencegahannya
- 04 Jul 2025 20:32 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Narsistik, dalam konteks gangguan mental dikenal sebagai Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD). Adalah kondisi di mana seseorang memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan, kebutuhan mendalam akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain.
Mereka cenderung merasa lebih penting dari orang lain dan mengharapkan perlakuan istimewa.
Gangguan kepribadian ini bisa terjadi pada siapa saja, namun lebih rentan dialami oleh pria daripada wanita. Kondisi ini sering kali juga dimulai saat usia remaja atau dewasa muda, kemudian dapat berlanjut hingga masa dewasa akhir.
Mengutip dari siloam hospital.com, gangguan kepribadian narsistik terbagi menjadi beberapa jenis, berikut masing-masing penjelasannya.
1. Narsistik Tampak
Narsistik tampak (grandiose narcissism) menunjukkan sikap arogan, kompetitif, percaya diri berlebihan, tidak mempunyai empati, dan senang mengintimidasi orang lain untuk kepentingan pribadinya. Pengidap narsistik juga sering kali menceritakan kemampuannya secara berlebihan dan merendahkan orang lain.
2. Narsistik Terselubung
Pengidap narsistik terselubung (covert narcissism) memiliki sikap yang berkebalikan dengan narsistik tampak. Orang dengan narsistik terselubung meyakini bahwa ia lebih unggul dari orang lain, namun tidak menunjukkannya secara terbuka dan hanya disimpan dalam hati.
Meski begitu, pengidap jenis narsistik ini cenderung mementingkan diri sendiri, tidak memiliki empati, dan menginginkan perhatian lebih dari orang lain. Tak jarang pengidap juga memosisikan diri sebagai korban ketika menganggap dunia telah gagal dalam mengenali potensinya, sehingga rentan mengalami depresi.
3. Narsistik Antisosial
Narsistik antisosial (antagonistic narcissism) adalah jenis narsistik yang tanda-tandanya hampir sama dengan narsistik tampak. Hanya saja, pengidap jenis narsistik ini cenderung mengambil keuntungan dari orang lain tanpa rasa bersalah setelahnya.
Pengidap narsistik antisosial cenderung mendendam dan sulit memaafkan orang lain. Selain itu, mereka juga sering memulai perdebatan dengan orang lain dan selalu merasa tersaingi atau selalu ingin menang dalam berkompetisi.
4. Narsistik Prososial
Orang dengan narsistik prososial selalu melakukan perbuatan baik namun tujuannya tak jauh dari mendapatkan perhatian dan pengakuan sebanyak mungkin dari orang lain. Pengidap narsistik parasosial mengharapkan pujian atau validasi agar bisa merasa puas dan bangga pada diri sendiri.
Cara Mencegah Gangguan Kepribadian Narsistik
Meski tidak ada cara khusus untuk mencegah gangguan kepribadian narsistik, terdapat sejumlah upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meminimalkan risiko timbulnya narsistik, antara lain:
1. Mempelajari pola asuh anak yang benar dengan berkonsultasi dengan terapis atau menjalani kelas parenting.
2. Melakukan terapi keluarga untuk mengatasi tekanan atau konflik emosional yang dialami dan mengetahui cara komunikasi yang sehat.
3. Segera menjalani pengobatan apabila mengalami gangguan mental, terutama bila muncul saat masa kanak-kanak.
Perlu diketahui, informasi di atas tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari tenaga medis profesional. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan mental, sangat penting untuk mencari bantuan dari seorang Psikiatri untuk memperoleh penanganan yang tepat dan akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....