Pemkab Rembang dan MSI Kolaborasi Tekan TBC

  • 14 Feb 2025 07:52 WIB
  •  Semarang

KBRN, Rembang : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berupaya menekan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC). Untuk itu Dinas Kesehatan Rembang meluncurkan Program Eliminasi Tuberkulosis (TBC) Komunitas, Kamis (13/2/2025)

Program yang dilaksanakan bersama Yayasan Mentari Sehat Indonesia Cabang Rembang ini resmi diperkenalkan Cinematoh Cafe Tireman. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan angka penularan dan kematian akibat TBC di Kota Garam.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Darmono, menegaskan Pemkab memiliki peran utama dalam upaya eliminasi TBC, termasuk memperkuat deteksi dini, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mempercepat pengobatan dengan pendekatan berbasis komunitas.

“Penanganan TBC ini tidak bisa berdiri sendiri, tetapi butuh semua pihak. Dari masyarakat dan OPD terkait harapannya bisa membantu bagaimana program penanganan TBC ini bisa lebih baik lagi. Pemkab Rembang akan terus mengawal program ini agar berjalan optimal,” jelasnya.

Pemerintah daerah menyadari TBC masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Saat ini Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia, setelah India.

“Dengan adanya program ini, kami berharap dapat mempercepat eliminasi TBC, memperbaiki kualitas hidup penderita, dan meminimalkan penularan ke orang lain. Pemerintah akan memastikan setiap elemen dalam program ini berjalan efektif,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Mentari Sehat Indonesia, Supriyanto, mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Rembang dalam menjalankan program ini. Ia menjelaskan program TBC Komunitas sebenarnya telah berjalan di Kabupaten Rembang sejak 2018, namun sempat terhenti setelah dua tahun akibat pengurangan wilayah pelaksanaan.

“Di 2025 ini diintervensi kembali dengan dukungan dari pemerintah daerah, jadi ada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang melaksanakan program ini,” terangnya.

Setelah peluncuran ini, pemerintah daerah bersama Yayasan Mentari Sehat Indonesia akan menggelar pelatihan kader kesehatan dan penyuluhan tentang TBC, diikuti dengan monitoring dan evaluasi yang ketat.

“Kegiatan yang harus dilakukan adalah skrining pasien TBC, termasuk investigasi kontak. Nanti kita minta data dari puskesmas. Penemuan satu pasien positif dari kegiatan ini ada reward-nya sebesar Rp200 ribu, biar semangat,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....